oleh

Tensi Politik di Bintuni Memanas

Amankan  Demo, Karo Ops Polda PB  Dilempari Kayu

MANOKWARI – Terjadi aksi unjuk rasa di Kantor Bawaslu Kabupaten Teluk Bintuni, Rabu (16/12). Massa menuntut dilakukan PSU (Pemungutan Suara  Ulang) di dua TPS (Tempat Pemungutan Suara) di Distrik Dataran Beimes, yang terindikasi terjadi pelanggaran pada saat pemungutan suara, 9 Desember lalu.

Aksi unjuk rasa diwarnai ­dengan bakar ban bekas di ­Kantor Bawaslu Teluk Bintuni. Aksi demo ini dilakukan ketika KPU Teluk Bintuni menggelar rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara.  Puluhan anggota polisi mengamankan demo di Bawaslu.

Bahkan Karo Ops Polda  Papua Barat Kombes Pol. Tri Atmodjo terkena lemparan kayu dari salah seorang ­pengunjuk rasa. Pakaian seragam coklat Karo Ops di bagian punggung terdapat bekas arang. Pelaku telah diamankan Polres Teluk Bintuni dan dijerat dengan pasal mengancam keselamatan aparat  yang sedang melaksanakan tugas.

Koordinator aksi, meminta kepada KPU Teluk Bintuni untuk menunda pleno rekapitulasi perolehan suara sebelum permasalahan di 4 distrik, Bintuni, Kuri, Muskona Utara dan Beimes diselesaikan terlebih dahulu. ‘’Kalau KPU paksakan pleno, kita akan duduki kantor KPU,’’ ujar John kepada wartawan. 

 Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat,  AKBP Adam Erwindi,S.I.K.,M.H menghimbau seluruh masyarakat  terutama masa pendukung kedua pasangan calon untuk sama-sama menjaga situasi Kamtibmas yang aman dan tetap kondusif. Siapapun pasangan calon bupati-wakil bupati (Cabup-Wabup) yang terpilih merupakan putra terbaik daerah, akan bersama-sama rakyat melaksanakan pembangunan.

”Siapapun yang terpilih itulah yang terbaik.  Mari kita bersama sama menjaga keamanan ini.  Jika ada yang tidak puas dengan hasil pelaksanaan Pilkada, tempuhlah dengan prosedur yang berlaku,” jelas Kabid Humas kepada wartawan, kemarin.

Karo Ops Polda Papua Barat,  Kombes Pol Tri Atmaja mengatakan, situasi pasca pemu­ngutan suara 9 Desember 2020 secara keseluruhan berjalan aman dan lancar. Ada aksi protes namun masih dapat dikendalikan. Terjadi beberapa persoalan tetapi  bisa diselesaikan dengan baik. 

Polda Papua Barat mengirim Tim Asisten ke Teluk Bintuni terdiri dari 4 pejabat utama, Karo Ops Kombes Pol Tri Atmodjo, Dir Intelkam, Kabid Propam dan Kabid Humas. Keempat PJU Polda Papua Barat tersebut, kemarin bersilaturahmi dengan insan pers di Bintuni.

Karo Ops, mengatakan, Polri  siap mengamankan pelaksanaan setiap tahapan Pilkada ataupun PSU (pemungutan suara ulang) bila dikehendaki KPU atas rekomendasi Bawaslu. Personel polisi selalu siaga untuk mengamankan situasi.

Karo Ops mengingatkan kepada seluruh peserta Pilkada serentak di wilayah Papua Barat untuk menggunakan jalur hukum sesuai prosedur yang berlaku jika merasa tidak puas dengan hasil. Ada  jalur pengajuan keberatan di Mahkamah Konstitusi (MK).

Dia juga mengingatkan karena Pandemi Covid-19 masih berlangsung sehingga penerapan protokol kesehatan seperti menjaga jarak,  mencuci tangan,  menggunakan masker dapat terus diperhatikan sehingga covid-19 tidak meluas. ‘’Mari kita menjaga keamanan ini.  Jika ada yang tidak puas dengan hasil pelaksanaan Pilkada, tempuhlah dengan prosedur yang berlaku,” tambahnya.

Diketahui, Pilkada di Kabupaten Teluk Bintuni diikuti dua pasangan calon, Ali Ibrahim Bauw-Yohanes Manibuy dan calon petahana Petrus Kasihiw-Matret Kokop. (lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed