oleh

Tarawih Perdana Tanpa Ceramah

Jamaah Wajib Memakai Masker

SORONG – Pelaksanaan tarawih perdana di Masjid Agung Al-Akbar Kota Sorong, Senin (12/4) berlangsung khidmat. Jamaah tarawih perdana Masjid Agung Al-Akbar Kota Sorong kali ini terpantau tak sepadat tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan pelaksanaan ­tarawih kali ini bertempat di ­lantai atas dengan kapasitas jamaah yang ditampung tidak bisa terlalu ­banyak, mengingat lantai dasar masih ­dalam tahap renovasi. 

”Salatnya di lantai atas. Yang dibawah kan baru di cor, memang belum dipakai. Jamaah tidak terlalu banyak karena lantai atas kapasitasnya segitu, belum bisa menampung banyak jamaah,” ucap salah seorang jamaah, Effendi. 

Masjid Agung Al-Akbar kini memang masih dalam tahap renovasi, sehingga luasan area lantai atas juga tidak full jamaahnya. Pantauan Radar Sorong, kondisi Masjid Agung Al-Akbar juga masih sangat terbatas dengan lantai yang masih belum dipasangi keramik. Kendati demikian, jamaah tetap khusyuk melaksanakan ibadah tarawih. 

Di Manokwari, Senin (12/4) malam ummat Islam mulai melaksanakan salat tarawih di masjid-masjid memasuki hari pertama puasa Ramadhan 1442 Hijriah. Hari pertama tarawih, sejumlah masjid  banyak jemaatnya, namun tetap menerapkan protokol kesehatan dalam upaya pencegahan penularan virus corona (Covid-19).

Salat tarawih di masjid terbesar di Manokwari, Masjid Ridwanul Fasharkan TNI-AL, mewajibkan jamaahnya memakai masker serta shaf salah dibuat berjarak. Di tempat wudhu disediakan sabun cuci tangan.  Di dalam masjid pengurus menempel sejumlah stiker “Setiap Jamaah Wajib Pakai Masker”. Ada juga pesan yang patut menjadi perhatian ‘Jamaah yang tidak bersedia memakai masker agar melaksanakan sholat di tempat lain’. Stiker ini ditempel di beberapa bagian masjid.

Hari pertama salat tarawih tak ada ceramah. Hanya ada penjelasan dari Ketua Pengurus Masjid Ridwanul Bahri, Muhamad Taufik  tentang tata cara salat berjamaah di masjid pada masa pandemi virus corona (Covid-19). Jamah salat berjamaah diwajibkan memakai masker. “Bahwasannya saat ini kita sedang dihadapkan pada pandemi Covid-19. Tentunya pemerintah sudah memberikan surat edaran pada seluruh tempat-tempat ibadah, termasuk masjid kita ini,” ujarnya.

Dalam surat edaran lanjut Taufik, pemerintah telah menentukan, kapasitas tempat ibadah maksimal hanya 50%. Masjid Ridwanul Bahri normalnya dapat menampung 1.500-1.700 jamaah, pelaksanaan salat berjamaah maksimal  hanya 700-800 jamaah. 

Pengurus Masjid Ridwanul Bahri telah membuat tanda hitam yang boleh ditempati  jamaah yang dapat memuat 800 orang. “Kami pengurus masjid mengimbau kita semua agar tetap mengikuti protokol kesehatan, yang paling pokok harus selalu memakai masker, tempat cuci tangan sudah kita siapkan di setiap pintu masuk,” ujarnya.

Muh Taufik mengatakan, Satgas Penanganan Covid-19 akan selalu memantu pelaksanaan sholat berjamaah di setiap masjid. Masjid Ridwanul Bahri sebagai masjid terbesar di Manokwari, salah satu yang paling diawasi. Selain itu, masjid ini berada di  lingkungan dan milik Fasharkan TNI AL. “Tentunya  TNI AL akan memegang apa yang menjadi aturan pemerintah. Oleh karena itu agar perjalanan ibadah berjalan lancar, kita gunakan masker, patuhi protokol kesehatan,” tandasnya. Pengurus masjid menyediakan masker secara gratis bagi jamaah yang lupa membawa. ‘’Silakan berhubungan dengan petugas di pintu-pintu masuk bagi jamaah yang lupa membawa masker dari rumah,” ujarnya.

Pimpinan MUI (Majelis Ulama Indonesia) Provinsi Papua Barat, Dr. Mulyadi Djaya mengingatkan, umat Islam yang melaksanakan salat berjamaah termasuk salat tarawih di masjid agar mematuhi protokol kesehatan. Bagi warga yang berada di zona merah agar mengurungkan salat berjamaah di masjid, tetapi cukup di rumah saja.

Sementara itu, pemerintah menetapkan awal puasa Ramadhan 1442 Hijriah pada Selasa 13 April 2021. Keputusan tersebut berdasarkan hasil pemantauan Hilal pada beberapa wilayah di Indonesia, salah satunya di Kota Sorong yang dilakukan oleh tim Hisab Rukyat bersama BMKG Sorong di lantai 8 Kyriad Hotel Kota Sorong. Pemantauan hilal dilakukan oleh Tim Hisab Rukyat yang bekerjasama dengab BMKG Sorong, serta dihadiri pihak Kementerian Agama, unsur ormas Islam serta unsur pimpinan Keamanan Kota Sorong sejak pukul 17.00 WIT hingga 18.18 WIT atau waktu terbenamnya matahari, Senin (12/4).

Pemantauan hilal tahun 2021 ini perdana dilakukan di bagian Timur Kota Sorong sebab biasanya pemantauan hilal dilakukan di Sorong bagian barat tepatnya di puncak Politeknik Pelayaran Sorong yang menggunakan satu teropong dan dikoneksikan langsung dengan laptop sehingga hasilnya secara otomatis terkirim ke BMKG pusat.

Ketua Tim Hisab Rukyat,  Drs. H. Kisman Rahayaan,MM menjelaskan, meskipun hilal tidak dapat terpantau lantaran cuaca, akan tetapi berdasarkan pemantauan BMKG Sorong sebelumnya sudah dipastikan bahwa posisi bulan berada pada titik 2.8 derajat. Maka,  Ketua MUI Kota Sorong, H. Manan Fakaubun memutuskan Selasa (13/4) adalah awal bulan Ramadan. ”Disini ada dua perwakilan organisasi Islam terbesar di Indonesia, yakni Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama, dimana hasil dari Muhammadiyah sudah ada diputuskan bahwa pada Selasa (13/4) awal dimulainya bulan puasa dan dari Nahdatul Ulama (NU) yang dikuatkan dari pantauan BMKG juga memutuskan Selasa (13/4) awal puasa,” jelasnya kepada awak media, kemarin., 

Perwakilan Kementerian Agama Kota Sorong, Agung Sibela dalam sambutannya mengatakan biasanya pemantauan hilal penentu awal bulan Ramadhan 1442 Hijriah bertempat dibagian Barat Kota Sorong namun karena sering terkendala cuaca sehingga BMKG Sorong,  berinisiasi untuk merubah dan menetapkan pemantauan Hilal dilakukan dibagian Timur Kota Sorong. ”Alhamdulillah BMKG bisa bantu kita dengan acara kita hari ini,” ujarnya.

Kepala Stasiun Geofisika (BMKG) Sorong, Rully Hermawan mengatakan, pemantauan hilal menggunakan teropong yang sudah terkoneksi dengan laptop untuk mengirimkan data langsung ke Kementerian Agama RI dan menjadi salah satu penentuan awal bulan Ramadan.  ”Kami telah melakukan pemantauan ­hingga bulan terbenam. Karena waktu terbenam matahari di wilayah Sorong pada pukul 18.18 WIT,” pungkasnya. (ayu/lm/juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed