oleh

“Tangki 5-T-21 Milik Kilang RU VII Terbakar”

-Metro-355 views

SORONG-Insiden kebakaran terjadi di tangki 5-T-21 yang berisi residu milik PT. Pertamina (Persero) Refinery Unit VII Kasim, Jumat (18/12). Akibat kebakaran tersebut berbagai kejadian pun bermunculan mulai dari tumpahnya residue di dalam area bundwall tangki 5-T-21 yang sempat lolos ke parit serta salah seorang fireman yang terjatuh di bundwall dan tidak sadarkan diri.

Kejadian tersebut berawal ketika, salah satu operator yang melakukan patroli di area tangki 5-T-21 kemudian melihat ada api dari sisi timur atap tangki, selanjutnya operator melapor kepada Fire Station RU VII dan Area Manager Operating & Manufacturing selaku Incident Commander yang berada di Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal) RU VII. 

PMB OPBJJ-UT Sorong

Selanjutnya, petugas pemadaman kebakaran (Fire Brigade) RU VII segera memberangkatkan kendaraan pemadaman kebakaran dan peralatan lengkap beserta crew ke lokasi kejadian untuk melakukan pemadaman sementara pada saat yang bersamaan juga tetap harus mengatur pola operasi agar tetap berjalan. 

Namun, salah seorang fireman tiba-tiba terjatuh di bundwall dan tidak sadarkan diri sehingga dilakukan evakuasi dan pertolongan pertama. Sementara itu, tumpahan minyak lolos ke parit dan tembus ke laut sehingga sekelompok massa mendatangi Kilang RU VII untuk menanyakan warga yang menjadi korban kecelakaan kerja dan meminta ganti rugi karena tumpahan minyak di laut, akan tetap hal tersebut berhasil di tangani oleh tim Security dan Comrel RU VII.

Kejadian tersebut, merupakan rangkaian dari Simulasi Major Emergency Drill. Dimana, sebagai objek vital nasional, PT Pertamina (Persero) Refinery Unit VII Kasim melakukan Major Emergency Drill internal sebagai upaya simulasi keadaan tanggap darurat terkait penanggulangan, pencegahan serta untuk mengatasi risiko kerja yang mungkin muncul sebagai pelaksanaan operasional kilang.

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut berlangsung dengan tetap menjalankan prosedur Covid-19. General Manager RU VII sekaligus Emergency Response Commander simulasi, Yulianto Triwibowo menyampaikan bahwa Major Emergency Drill merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilakukan oleh Pertamina RU VII sebagai bentuk antisipasi kemungkinan insiden yang dapat terjadi kapan saja sebagai risiko operasional.

“Termasuk untuk mengetahui berapa waktu yang dibutuhkan tim emergency response dalam melakukan penanggulangan.  Simulasi ini melibatkan seluruh manajemen dan tim dari berbagai fungsi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diharapkan yang dapat mengganggu operasional,”jelasnya, kemarin.

Selanjutnya, ia mengharapkan dukungan dan doa dari seluruh elemen masyarakat agar Kilang Pertamina RU VII Kasim dapat terus beroperasi secara aman dan lancar tanpa adanya kendala apapun sehingga dapat memproduksi energi terbaik untuk negeri.(juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed