oleh

Tangani Covid, Baru Terhimpun Rp 17 Miliar

-Metro-166 views

SORONG-Dari pergeseran anggaran yang bersumber APBD Induk Kabupaten Maybrat tahun 2020, untuk pembiayaan penanganan Covid-19 terkumpul anggaran sebesar Rp 17 miliar lebih, dari estimasi nilai anggaran Rp 43 miliar yang diusulkan Pemerintah Daerah. Demikian disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Maybrat, Ferdinando Solossa,SE menjawab sekaligus klarifikasi tudingan dari berbagai kalangan yang dialamatkan kepada Pemda Maybrat. 

Melalui sambungan telepon seluler, (14/5) orang nomor satu di DPRD Kabupaten Maybrat itu menjelaskan bahwa, untuk bantuan kepada masyarakat dan mahasiswa Maybrat yang terkena dampak Covitd-19, Pemerintah Daerah bersama pihak legislative dalam prosesnya membahas lalu menetapkan revisi anggaran,termasuk memangkas sejumlah kegiatan swakelola setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) termasuk anggaran operasional pimpinan dan anggota dewan juga dipangkas untuk membiayai penanganan Covid-19 di Kabupaten Maybrat.

“ Jadi angka yang dibilang Rp 43 miliar itu belum ada, angka tersebut (43 M) adalah perkiraan, asumsi Pemerintah Daerah. Anggaran yang baru terkumpul itu kurang lebih Rp 17 miliar. Saat ini kita sedang realokasi anggaran dari dokumen APBD Induk.” jelas politisi Golkar itu sembari menambahkan bahwa dalam perkembangannya kedepan, jika anggaran yang ada tidak mampu membiayai penanganan Covid,maka dilakukan pergeseran APBD Perubahan mendahului untuk menjawab kebutuhan penanganan Covid-19 di Kabupaten Maybrat.

Pihaknya, lanjut Ketua DPRD Maybrat dua Periode itu menjelaskan bahwa, khusus mereka di lembaga DPRD Maybrat, mereka juga telah melakukan pergeseran anggaran Rp 1,8 miliar yang tediri dari kegiatan kesekretariatan sebesar Rp 1 miliar dan operasional pimpinan dan anggota DPRD Maybrat yang berjumlah 20 orang tersebut sebesar Rp 800 juta. “ Kami berharap, supaya tim anggaran eksekutif segera melakukan realokasi anggaran. Dan kami dewan minta penjabaran anggaran yang kami sudah bahas dan tetapkan bersama segera dipercepat sehingga menjawab kebutuhan penanganan Covid-19 di Kabupaten Maybrat” tandasnya.

Ditambahkannya, kepada lapisan masyarakat, terutama masiswa Maybrat yang jumlahnya tercatat 2.147 orang yang tersebar di berbagai kota studi di Indonesia agar bersabar, karena sesungguhnya Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang didesak itu tidak terpikirkan sebelumnya untuk dianggarkan dalam APBD induk. Pemerintah Daerah lanjut Ketua DPR Maybrat, saat ini sedang menyusun regulasi untuk realokasi anggaran yang diharapkann secepatnya rampung, dengan harapanpara mahasiswa atau masyarakat yang terdampak Covid dapat diakomodir dan dibantu sesuai prosedur yang ada. (ris)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed