oleh

Tandatangani Pakta Integritas Cegah-Berantas Korupsi

Gubernur Lantik Bupati-Wabup Sorsel, Fakfak dan Kaimana

MANOKWARI – Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Sorong Selatan (Sorsel), Fakfak dan Kaimana resmi mempunyai pemimpinan baru. Ini setelah, Senin (26/4), Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan atas nama Mendagri melantik dan mengambil sumpah/janji pasangan Samsudin Anggiluli dan Alfons Sesa sebagai Bupati-­Wakil Bupati Sorong Selatan periode 2021-2024, pasangan Untung Tamsil-Yohana Dina Hindom sebagai Bupati-Wakil Bupati Fakfak, dan Freddy Thie-Hasbulla Furuada sebagai Bupati-Wakil ­Bupati Kaimana.

Dalam kesempatan pelantikan ini, para bupati-wakil bupati mendatangani Pakta Integritas. Gubernur menegaskan, Pakta Integritas  yang ditandatangani sebagai wujud komitmen terhadap pelaksanaan pencegahan dan pemberantasan korupsi  daerah masing-masing.

Pelantikan dilangsungkan di auditorium PKK berlangsung aman dan lancar. Pengamanan ketat dengan penerapan protokol kesehatan. Hanya tamu undangan dengan jumlah terbatas yang diperolehkan masuk ruangan. Masing-masing kabupaten hanya mendapat jatah 10 orang sudah termasuk bupati, wakil bupati dan istri.

Pelantikan dihadiri Wagub Muhamad Lakotani, Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, Kapolda Irjen Pol Dr Tornagogo Sihombing, Wakil Ketua DPR PB H Saleh Siknun, SE, Wakil Ketua MRP PB Cyrilus Adopak, Wakajati, Kabinda. Pelantikan ketiga pasangan bupati-wakil bupati ditandai dengan penyematan tanda jabatan, pemasangan tanda pangkat, penyerahan SK dan penandatangan berita acara.

Gubernur mengingatkan, sejak dilantik, para bupati dan wakil bupati bukan lagi miliki kelompok tetapi milik seluruh lapisan masyarakat. Dalam rangka melaksanakan agenda pembangunan, demi terwujudnya kesejahteraan dan kemakmuran rakyat di daerah masing-masing, maka perlu mengambil langkah-langkah penting. ‘’Setelah dilantik saudara sudah menjadi milik masyarakat. Perbedaan, pertentangan, dan permasalahan yang terjadi dalam pelaksanaan pilkada yang sudah dilalui hendaknya lebur dan luluh dalam satu kebersamaan dan sesegera mungkin mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran bagi masyarakat melalui janji-janji pada saat kampanye,’’ ujar Gubernur.

Pada  bupati dan wakil bupati memastikan setiap rakyat di seluruh pelosok wilayah bisa merasakan kehadiran pelayanan pemerintah dalam kehidupan sehari-hari, memastikan semua rakyat di daerah mendapat air bersih, memperoleh listrik, menikmati layanan transportasi yang terjangkau serta bisa mengakses layanan pendidikan dan kesehatan dengan kualitas yang baik. ‘’Memberikan dukungan dan mengambil langkah-langkah yang maksimal dalam menginisiasi lingkungan kerja yang sadar hukum, dalam kaitannya dengan upaya pemberantasan korupsi di daerah,’’ ucap Gubernur.

Gubernur mengatakan, proses pelantikan  tetap mengacu pada Protokol Kesehatan tentang pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid – 19). Semua pihak harus turut memutus mata rantai penyebaran virus corona.   ‘’Saya juga mengharapkan kepada para bupati dan wakil bupati agar dapat melaksanakan Tugas selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19,’’ tegasnya.

Kepada komponen masyarakat, Gubernur meminta hendaknya dapat menerima dan mendukung sepenuhnya bupati dan wakil bupati yang baru dilantik, dalam menjalankan tugasnya sesuai Visi dan Misi yang disampaikan pada saat kampanye. ‘’Hal ini penting karena proses Pilkada yang lalu jangan pernah diartikan sebagai jurang pemisath antar satu kelompok dengan kelompok lainnya, namun justru harus dijadikan sarana untuk semakin mendewasakan seluruh ­pemangku kepentingan dalam berpolitik di daerah masing-masing.

Gubernur juga menyinggung rencana pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Teluk Bintuni yang disesuaikan akhir masa jabatan periode sebelumnya. Sedangkan pelantikan bupati-wakil bupati Teluk Wondama menunggu proses yang sedang berlangsung pasca pemungutan suara  ulang. Acara dirangkaikan dengan pelantikan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sorsel, Kaimana dan Fakfak oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Papua Barat, Ny Yuliana Mandacan.

Samsudin Anggiluli.

Menata Kembali Konsesi Lahan Sawit 

Samsudin Anggiluli kembali memimpin Kabupaten Sorong Selatan setelah dilantik sebagai bupati bersama wakil bupati Alfons Sesa. Periode keduanya ini, Samsudin Anggiluli ingin melanjutkan capaian atau keberhasilan periode pertama. “Program yang belum selesai kami akan lanjutnya di periode berikutnya,” tutur Anggiluli kepada wartawan usai dilantik oleh Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan, Senin (26/4).

Sebagai Bupati-Wakil Bupati Sorsel periode 2021-2024, Samsudin Anggiluli dan Alfons Sesa sudah memiliki visi dan misi yang telah disampaikan saat kampanye Pilkada 2020 lalu. Dan susai RPJMD, salah satu program prioritas adalah tata kelola pemerintahan,  bidang pendidikan, pemberdayaan masyarakat, kesehatan dan pembangunan infrastruktur.

Anggilu ingin merangkul kembali lawan-lawan politik di Pilkada. Pesta demokrasi sudah usai kini saatnya menata kembali, merangkul semua kelompok untuk melaksanakan pembangunan demi pembangunan dan kesejahteraan di Sorong Selatan. “Tadi saat pelantikan Bapak Gubernur sudah menyampaikan pesta politik sudah usai, saatnya kembali melebur diri melaksanakan pembangunan. Mari kita bergandengan tangan,” ucapnya.

Anggiluli juga ingin menata kembali konsesi lahan untuk perkebunan kelapa sawit. Di Sorsel terdapat 7 perusahaan kelapa sawit. Dari hasil evaluasi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ada 2 izin perkebunan kelapa sawit  yang dihentikan karena lahannya tak kunjung ditanami.

Untung Tamsil.

 Berupaya Bangkitkan Perekonomian

Bupati Fakfak Untung Tamsil dan Wakil Bupati Yohana Dina Hindom juga sudah ancang-ancang melakukan banyak hal di kota Pala Fakfak. “Setelah balik ke Fakfak, kami akan serahterima jabatan dengan Plh Bupati, selanjutnya kami punya strategi untuk melaksanakan beberapa program,” tutur Untung Tamsil.

Untung Tamsil dan Yohana Dina Hindom punya program 100 Hari Kerja yang akan dilaksanakan, seperti di sektor ketahanan ekonomi di masa pandemi virus corona (Covid-19). Pihaknya akan memberdayakan pengusaha mikro kecil dan menengah untuk membangkitkan kembali perekonomian. “Kami akan memberikan dampak bagi pengusaha mikro kecil dan menengah, bagaimana meningkatkan usaha mereka,” tuturnya.

Sebagai bupati dan wakil bupati yang baru menjabat, Untung Tamsil dan Yohana Dina Hindom juga akan melakukan evaluasi pemerintahan. Hal ini tak terlepas dari keinginan agar pelayanan pemerintahan bisa lebih cepat. “Perlu ada evaluasi terhadap pemerintahan,” ucapnya.

Untung Tamsil dan Yohana Dina Hindom juga punya program strategis yang akan direalisasikan,  yaitu berkaitan dengan peningkatan objek wisata. Memiliki 17 distrik, 142 kampung yang tersebar di pesisir dan pulau-pulau memiliki potensi pariwisata. “Sektor pariwisata tentu akan kami dorong yang didukung moda transportasi sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat maupun pembangunan,” kata Untung Tamsil kepada wartawan usai pelantikan.

Freddy Thie.

Menata Kaimana Sebagai Tujuan Wisata

Freddy Thie dan Hasbulla Furuada sebagai Bupati-Wakil Bupati Kaimana menyatakan tak alergi dengan capaian pejabat sebelumnya. Freddy Thie mengatakan, keberhasilan pembangunan yang telah dicapai bupati sebelumnya akan dilanjutkan atau dipertahankan. ‘’Kalau ada yang kurang kami akan berusaha untuk memperbaikinya,” tutur Freddy Thie.

Freddy Thie dan Hasbulla Furuada juga sudah mempersiapkan Program 100 Hari Kerja. Dia ingin menegakkan disiplin pegawai serta kebijakan pimpinan dapat dilaksanakan staf, sehingga tercipta kinerja pemerintahan  yang baik. 

Freddy Thie juga ini menata Kota Kaimana semakin lebih baik. Ke depan Kaimana dapat menjadi destinasi wisata. Potensi pariwisata ini didukung dengan bandar  udara yang sudah memadai panjang landasan pacu (runway) 2.000 meter, dapat didarati pesawat berbadan lebar. “Tinggal bagaimana kami meyakinkan pihak maskapai penerbangan supaya Kaimana bisa menjadi tempat transit,” ujarnya.(lm) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed