oleh

Tambang Emas Ilegal Marak di Papua Barat

MANOKWARI – Praktik pertambangan emas secara ilegal yang terjadi di wilayah Provinsi Papua Barat marak terjadi, terutama di Kabupaten Pegunungan Arfak, Manokwari dan Tambrauw, sehingga perlu ditertibkan. Kapolda Papua Barat  Irjen Pol. Dr. Tornagogo Sihombing mengatakan, penambangan ilegal tersebut menggunakan bahan-bahan berbahaya seperti mercuri yang dapat merusak ekosistem.

“Penambangan ilegal skala besar telah mengubah bentang alam. Penambangan ini menggunakan bahan berbahaya,” kata Kapolda pada saat pelucuran buku ‘’Menyulam NKRI, Merawat Rasa Aman’’, di auditorium Arfak Hall Polda Papua Barat.

Menurut Kapolda, wilayah Kabupaten Pegunungan Arfak menyimpan kandungan emas, ehingga tak mengherankan kawasan ‘gudang emas’ ini menjadi incaran sejumlah pihak yang ingin mengambil keuntungan.  “Para penambang kelas menengah berusaha menambang tanpa izin (ilegal), mereka umumnya berasal dari Sulawesi seperti Makassar, Palopo, Sanger dan Toraja,” tutur Kapolda.

Disebutkannya, beberapa distrik yang memiliki kandungan emas diantaranya Minyambouw, Catubow, Testega, Didohu. Sebagian besar emas hasil penambangan di wilayah ini dibawa ke Makassar dengan harga Rp700.000/gram.

Kapolda membeberkan, beberapa kali dilakukan penangkapan terhadap pelaku penambangan emas ilegal. Pada 1 Juli 2020 ditangkap 6 pelaku. Barang bukti yang disita berupa emas 1,6 kg bernilai Rp1,2 miliar, uang tunai Rp100 juta.

Penambangan emas secara ilegal di Kabupaten Pegunungan Arfak mulai menggeliat sejak akhir 2019,  kemudian mulai meluas pada Januari-Februari 2020 di Distrik Minyambouw dan Catubouw. Polisi mendapat informasi bahwa ada gerakan separatis yang sumber dananya berasal dari penambangan emas ilegal. 

Dalam melaksanakan aktivitas, para penambang liar menggunakan peralatan sederhana seperti, diesel merek alkon dan dongfeng dan pendulangan pakai kuali. Kapolda membeberkan, jumlah penambang liar emas di wilayah Pegunungan Arfak sudah mencapai ribuan, berlangsung di wilayah hak ulayat yang disewa pemodal. (lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed