oleh

Tambah 2 Positif Corona

SORONG – Juru Bicara Percepatan Penanga­nan Covid-19 Kota Sorong, Ruddy R Laku mengatakan, hasil pemeriksaan swab 35­ ­sampel dari 303 sampel yang dikirim ke Laboratorium Kesehatan Makassar, terdapat penambahan 2 kasus baru positif Covid-19 dan 1 kasus ­sembuh Covid-19 di Kota Sorong.

Dua kasus baru positif Covid-19 ini yakni perem­puan berinisial SK yang berdomisili di Kelurahan Klawuyuk, dan laki-laki berinisial YG yang merupakan warga Kelurahan Klasabi. Dengan demikian, total kasus positif Covid-19 di Kota Sorong berjumlah 97 orang. Sementara itu, 1 orang sembuh Covid-19 yakni laki-­laki berinisial SU yang merupakan warga Kelurahan Klawuyuk, sehingga total ­kasus sembuh Covid-19 di Kota Sorong menjadi 44 orang.  “Sekarang kami masih menunggu sekitar 268 sampel yang belum keluar,” katanya kepada wartawan saat konfrensi pers, Jumat (3/7).

Rduddy membeberkan perkembangan Covid-19 di Kota Sorong, Orang Tanpa Gejala (OTG) berjumlah 650 orang, Orang Dalam Pemantauan (ODP) 273 orang (201 selesai pemantauan, 72 proses), ­Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 54 orang (45 selesai pengawasan, 9 orang proses pengawasan). “Yang meninggal dunia akibat Covid-19 berjumlah 12 orang dan hasil pemeriksaan negative Covid-19 berjumlah 633 orang. Hingga saat ini, pemerik­saan sampel sudah mencapai 925 orang,” beber Ruddy Laku sembari berharap masyarakat Kota Sorong agar tetap menerap­kan protokol kesehatan ­dengan menjaga kebersihan, meng­gunakan masker dan hindari kerumunan.

Menyinggung temuan pemalsuan dokumen masuk ke Kota Sorong oleh oknum tidak bertanggung jawab, pihaknya sedang melakukan koor­dinasi dengan pihak terkait untuk mencari dimana permasalahannya dan akan diselesaikan sehingga tidak terulang ­kembali. Ia berharap hal ­tersebut tidak terulang kembali, sebab apapun yang dila­kukan oleh penumpang akan diketahui di pelabuhan Kota Sorong. “Karena kami Satgas Kota Sorong akan selalu ada di pelabuhan maupun ­bandara untuk melakukan pengawasan terhadap para penumpang yang masuk ke Kota Sorong baik orangnya maupun semua dokumennya,” tuturnya.

Terkait sanksi bila ditemukan kembali penumpang yang memalsukan dokumen, ­Ruddy menyatakan pihaknya akan memproses hal tersebut, penumpang tersebut akan di­pulangkan kembali ke daerah asalnya. “Tujuan kita bukan melarang orang masuk tapi pengawasan agar tidak ter­jadi penyebaran virus di Kota Sorong,” pungkasnya. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed