oleh

Takut di Kampung, Masyarakat Aifat Selatan Tidur di Hutan

-Sorong Raya-507 views

Yonas Yewen, A.Md.Tek : Masyarakat Trauma, Lari ke Hutan untuk Cari Perlindungan Diri

SORONG– Pasca penyerangan Pos Koramil (Pos Ramil) Kampung Kisor Distrik Aifat Selatan Kabupaten Maybarat yang menewaskan 4 prajurit TNI AD, Kamis ( 2/9) lalu, ramai-ramai masyarakat di sejumlah kampung di Distrik Aifat Selatan Kabupaten Maybrat mengungsi ke hutan.
Dengan membawa anak istri serta perlengkapan yang dibutuhkan, masyarakat yang merasa tidak aman di kampungnya kini memilih tidur di hutan . Anggota DPRD Kabupaten Maybrat, Yonas Yewen, A.Md.Tek yang dikonfirmasi membenarkan hal in. Ia mengatakan, masyarakat yang mengungsi ke hutan lantaran merasa takut dan trauma atas kejadian penyerangan dan pembunuhan anggota TNI AD Pos Ramil Kisor, Aifat Selatan Kabupaten Maybrat.

PMB OPBJJ-UT Sorong

“Namanya masyarakat pasti trauma, dimana anggota TNI AD yang meninggal dengan kondisi seperti itu, kemudian militer yang turun dengan kekuatan yang kuat. Sehingga, namanya masyarakat pasti mencari perlindungan diri dengan lari ke hutan sambil menunggu masalah selesai baru kembali ke kampung,”ujar Yonas Yewen dari Fraksi i Nasdem.
Menanyakan jumlah masyarakat yang mengungsi, Yonas mengaku belum tahu pasti. Yang pasti menurutnya Aifat Selatan maupun Aifat Timur memiliki jumlah kampung yang cukup banyak. Dan saat ini belum terdata berapa banyak warga yang mengungsi ke hutan.

Merasa tidak aman di kampungnya , masyarakat Kampung Awet Maym Distrik Aifat Selatan Kabupaten Maybrat yang mengungsi dan memilih tidur di hutan.

“Tapi yang utama masyarakat yang mengungsi itu dari Kampung Kisor, Kampung Awet Maym, kemudian daerah Aifat Timur. Namun jumlahnya, dan siapa saja yang mengungsi kami belum mendapatkan datanya,”tandas Yonas Yewen.

Baca juga : Selamat dari Penyerangan di Posramil Kisor, Serda Imanuel Wenatubun Dievakuasi ke Jakarta

Saat ini, Yonas yang mantan wartawan mengatakan, DPRD Kabupaten Maybrat sedang berusaha untuk melakukan mediasi agar masalah penyerangan di Pos Ramil Kampung Kisor cepat terselesaikan. Dan Ia pun berharap masyarakat tidak terprovokasi, tetap melaksanakan aktivitas seperti biasa. Serahkan, kasus tersebut kepada pihak keamanan untuk mencari oknum-oknum pelaku yang melakukan tindakan pembunuhan.

“Serahkan ke pihak keamanan untuk mencari, menangkap dan memproses sesuai dengan prosedur hukum yang ada. Masyarakat, tidak perlu takut dengan masuk ke dalam hutan tetapi mari kembali ke kampung untuk kemudian memberikan informasi yang baik kepada pihak aparat agar pelaku secepatnya tertangkap,”ujarnya.

Baca Juga : “Penyerangan di Pos Ramil Kisor, Jangan Libatkan Masyarakat Sipil”

Diakui Yonas Yewen, saat ini situasi di Kabupaten Maybrat sudah mulai kondusif, Pemerintah Kabupaten Maybrat berharap agar masyarakat tetap tenang, menjalankan aktifitas serta masyarakat yang masuk ke dalam hutan agar segera kembali ke kampung.
“Pembunuhan kemarin itu, baru tercatat di Kabupaten Maybrat karena selama ini kan tidak pernah begitu,”pungkasnya. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed