oleh

Takbir Keliling di Kabsor Terancam Dibubarkan

-Metro-90 views

Wabup : “Tak Ada Pawai Obor, Tak Ada Takbir Keliling”

AIMAS – Wakil Bupati Sorong Suka Harjono, S.Sos, M.Si menegaskan bahwa tak boleh ada kegiatan pawai obor dan takbir keliling jelang perayaan Idul Fitri 1442 Hijriah di Kabupaten Sorong. Hal tersebut diungkapkannya saat memimpin rapat koordinasi dalam rangka perayaan hari besar keagamaan, Senin (3/5).

PMB OPBJJ-UT Sorong

“Tidak ada yang pawai obor, tidak ada takbir keliling. Takbir hanya dilakukan di rumah masing-masing atau di masjid dan di musala. Selain itu tidak boleh, akan dibubarkan,” tegas Wabup kepada Radar Sorong saat ditemui usai memimpin rapat.

Keputusan tersebut diambil sesuai kesepakatan bersama antara pemerintah bersama para tokoh agama di Kabupaten Sorong sebagai upaya memutus rantai penyebaran Covid-19, yang kini jumlah pasiennya kembali menanjak.

Selain larangan pawai obor dan takbir keliling, Ketua MUI Kabupaten Sorong KH. Immanuel Syukri Moifilit juga mengimbau agar ibadah Salat Idul Fitri diprioritaskan untuk dilakukan di rumah masing-masing atau di masjid dan musholla setempat. Khusus untuk pelaksanaan Salat Idul Fitri di masjid dan Musala, Ketua MUI mengimbau bahwa Badan Kemakmuran Masjid (BKM) dapat menyiapkan sendiri imam dan khatibnya.

“Kalau bisa dilaksanakan bersama keluarga di rumah, itu lebih baik. Namun jika merasa kurang afdol, boleh ikut sholat di masjid atau musala. Catatan untuk panitia masjid atau BKM, harus bisa siapkan imam dan khatibnya sendiri, kalau bisa diambil dari lingkungan sekitar bukan dari luar. Kemudian untuk ceramah, ada batasan waktu maksimal 20 menit. Kalau bisa 10 sampai 15 menit, itu lebih baik,” jelasnya.

Wabup menambahkan, jika nantinya jumlah masjid dan musala yang ada di Kabupaten Sorong tidak bisa menampung banyaknya jamaah Salat Idul Fitri, maka pemerintah akan membuka Alun-Alun Aimas guna mengurai jamaah.

“Ibadah Salat Idul Fitri memang diprioritaskan di masjid, di musala dan di rumah. Tetapi jika jamaahnya membludak melebihi kapasitas masjid dan musala, maka tidak menutup kemungkinan Alun-Alun akan dibuka untuk pelaksanaan salat juga. Tentu dengan tetap mengedepankan protokol pencegahan Covid-19. Perihal jarak, mau tidak mau, suka tidak suka, panitia harus bisa mengatur itu,” tutup Wabup. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed