oleh

Tsk Tabrak Lari Diringkus di Palu

SORONG – Pria berinisial DS yang diduga
sebagai pelaku tabrak lari di Jalan Sorong-Maybrat pada Selasa (19/1), berhasil diringkus
penyidik Satlantas Polres Sorong bekerjasama
dengan Satreskrim Polsek KP3 Bitung,
Sabtu (23/1).

DS melarikan diri ke luar kota setelah menabrak pemotor berinisial (M) di ruas Jalan Sorong-Maybrat hingga korban meninggal dunia. Kapolres Sorong AKBP Robertus Alexander Pandiangan,S.IK,MH melalui Kasat Lantas Polres Sorong AKP Stefani Ivonne Tasane,S.IK mengatakan, DS diringkus anggota Satreskrim Polsek KP3 Bitung saat KM Labobar yang ditumpanginya, sandar di Pelabuhan Pantoloan Palu.

“Infonya DS berencana turun di Ternate, tapi karena tidak ada keluarga akhirnya lanjut ke Bitung. Disana tsk menjual HP-nya, kemudian lanjut lagi menuju Pantoloan-Palu. Tetapi saat diatas kapal memang dalam pantauan KP3 Bitung. Ada informan yang mengecek keberadaan
DS di atas kapal. Saat kapal tiba di
Pelabuhan Pantoloan, DS diamankan
Satreskrim Polsek KP3 Bitung hari Sabtu pagi, setelah berkoordinasi dengan kami,”
terang Kasat Lantas.

Ditambahkannya, Kanit Laka Polres
Sorong didampingi 2 orang anggota
Polres Sorong, kemudian bertolak
menuju Palu pada Sabtu Sore untuk
menjemput DS. Selanjutnya DS diboyong kembali ke Sorong dan tiba pada Selasa (26/1).

Kanit Laka Satlantas Polres Sorong,
Ipda H. Asri,SH,MH menambahkan,
pihaknya belum melakukan BAP terkait kasus ini, namun dugaan sementara DS melarikan diri karena merasa takut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Kami belum buatkan BAP, tetapi sekilas kami sudah ngobrol. Dugaan sementara, pelaku melarikan diri karena takut dan ingin mengamankan istri serta anaknya. Untuk BAP kami masih menunggu waktu yang tepat, agar tersangka merasa rileks dulu dan kondisi psikisnya stabil,” ujar Kanit laka.

Dijelaskannya, sementara ini DS dijerat pasal 310 UU Lalu Lintas ‘Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan kecelakaan lalu lintas’ dan disubsidikan ke pasal 312 UU Lalu Lintas, ‘Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor yang terlibat kecelakaan lalu lintas dan dengan sengaja tidak menghentikan kendaraannya, tidak memberi pertolongan, atau tidak melaporkan kecelakaan lalu lintas kepada pihak kepolisian’.

“Yang jelas ini ada unsur kelalaian karena DS mengemudi dalam kecepatan tinggi dan mengambil jalur pengendara lain. Termasuk tabrak lari juga karena DS tidak memberikan upaya pertolongan kepada korban dan tidak melaporkan diri kepada pihak kepolisian,” terangnya.

Kanit Laka menambahkan, kendati hingga kini belum ada warga yang mengaku menyaksikan kejadian laka lantas tersebut, namun kejadian tetap bisa diproses hukum karena BB sudah cukup kuat. Dalam proses penyidikan, 3 saksi yang merupakan rekan korban juga akan dimintai keterangannya. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed