oleh

Tak Berimbang, Dewan Pers Keluarkan PPR

-Metro-196 views

SORONG-Pemberitaan tidak berimbang dan kurang jelas terkait penggelapan dana Rp 350 juta yang ditunjukan kepada salah satu Karyawan Badan Pertanahan Negara (BPN) Kota Sorong, Rizky Wahyudi SH akhirnya menemui titik terang. Dimana, usai membuat pelaporan kepada Dewan Pers terkait kedua media yang memuat berita tersebut, akhirnya dewan pers keluarkan PPR Nomor 20/PPR-DP/V/2020.

Sebelumnya, Rizky Wahyudi SH di beritakan oleh kedua media online terkait dugaan pengambilan uang sebesar Rp 350 juta yang seharusnya digunakan untuk membayar tanah di jalan Suteja Km 12 masuk. Namun, berita tersebut hanya bersumber dari 1 narasumber dan ada kesan pemerasan yang dilakukan oleh oknum pers sehingga Rizky pun melakukan pengaduan kepada Dewan Pers.

Tim Kuasa Hukumnya, Moh. Iqbal Muhiddin, SH menjelaskan, kliennya bernama Rizky Wahyudi S.H sempat difitnah melalui media siber monitorkeadilan.com dan monitornews.co.id tentang penipuan yang dilakukan Rizky. Sesuai isi PPR (Pernyataan Penilaian dan Rekomendasi) Nomor 20/PPR-DP/V/2020 yang dikeluarkan oleh Dewan Pers. Sehingga secara tegas dirinya membantah tudingan yang menyatakan klinennya menipu salah satu developer di Kota Sorong.

“Kami berterima kasih kepada dewan pers yang sudah mengeluarkan pernyataan ini, dimana, kedua media tersebut sudah membuat karya jurnalis tidak sesuai dengan kode etik. Dan yang bersangkutan tidak ada bukti apapun dan kedua media tersebut hanya mengambil informasi dari 1 pihak,”jelasnya kepada wartawan dalam jumpa pers, Sabtu (16/5).

Sebelumya, permasalahan ini terjadi karena kliennya terlibat dalam pembelian tanah di jalan Suteja Km 10. Keterlibatan klienya dengan Developer berinisial RMS yang merupakan pimpinan PT. Anugerah Land, sebab kliennya menjalin pertemanan dengan RMS. Dan RMS telah mencoba untuk mengiring opini untuk menjatuhkan nama kliennya.

“Klien saya tidak mengambil uang pembelian begitu saja, tetapi melalui surat kuasa untuk mengurus pembelian tanah seharga Rp 350 juta. Dan, klien saya malah difitnah mengambil uang tersebut padahal sudah jelas ada kwitansi dan penyerahan Rp 300 juta di depan Notaris 24 November 2016, kedua, kwitansi pada tanggal 16 Januari 2017 sebesar Rp 50 juta yang diberikan langsung kepada pemilik,”paparnya.

Dan tujuan kedua dari RMS, sambung Iqbal adalah lari dari tanggung jawab atas janjinya kepada klienya berupa pembuatan rumah sebanyak 5 unit. Dan, berdasarkan isi PPR. Dewan Pers mengharuskan kedua media tersebut untuk menerima hak jawab kliennya selambat-lambatnya 7 hari setelah PPR dikeluarkan.

“Dan sudah kami lakukan hak jawab dan sudah dibuat dan kami nyatakan di dalam media bersangkutan bahwa RMS hanya memanfaatkan media tersebut untuk menggiring opini menjatuhkan nama baik Rizky dan untuk lari dari tanggung jawab,”ujarnya

Sementara itu, Rizky Wahyudi S.H mengatakan RMS memang merupakan temannya dan Rizky pun sempat menemani RMS untuk mediasi pembelian tanah tersebut. RMS pun menawarkan untuk mengelola tanahnya dengan catatan RMS memberikan 5 unit rumah kepada Rizky tanpa pembayaran apapun.

“Ukuran tanah saya yang kami sepakati 2.500 meter hanya saja pada saat itu yang kita sepakati untuk membuat perumahan adalah 2.100 meter dan dia wajib berikan saya 5 unit namun hingga saat ini tidak ada sama sekali malah RMS menggunakan dua media tersebut untuk menjatuhkan karakter saya,”ungkapnya.

Sebelumnya, dirinya sudah melakukan pendekatan secara persuasif mulai dari tahun 2016 hingga tahun 2020 awal, dirinya dikagetkan dengan intimidasi dan ancaman dari oknum pers terkait kasus tersebut, namun dirinya pernah meminta untuk bertemu dengannya namun oknum pers tetap menekan dan akan menaikan berita tersebut.

“Karena tidak ditanggapi, tiba-tiba berita itu terbit di dua media tersebut. Sehingga, saya sangat membantah tudingan tersebut, karena saya ini hanya sebagai kuasa dari PT Anugerah Land untuk membayar tanah tersebut,”tandasnya.(juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed