oleh

Tak Ada Tempat KKB di Tanah Air, Kejar Terus!

Serahkan 4 Pucuk Senjata, 5 Eks Anggota KKB Kembali

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Panglima TNI dan Kapolri menangkap seluruh anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menembak Kabinda Papua, Brigjen I Gusti Putu Danny Nugraha Karya. Jokowi menegaskan tak ada tempat untuk KKB di negeri ini.

”Saya juga telah memerintahkan kepada Panglima TNI dan Kapolri untuk terus mengejar dan menangkap seluruh anggota KKB. Saya tegaskan tidak ada tempat untuk kelompok-kelompok kriminal bersenjata di tanah Papua maupun di seluruh pelosok Tanah Air,” tegas Jokowi dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden, Senin (26/4).

Jokowi mengatakan negara berduka atas tewasnya Brigjen Putu Danny. Sebagai penghargaan, negara akan menaikkan pangkat Brigjen Putu Danny satu tingkat lebih tinggi. ”Negara akan memberikan penghargaan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi atas dedikasi, pengabdian serta pengorbanan Brigjen I Gusti Putu Danny,” jelasnya.

Brigjen Putu Danny gugur dalam tugas saat berpatroli di Beoga, Puncak, Papua, Minggu kemarin. Brigjen Putu Danny gugur ditembak KKB Papua di bagian kepala. Saat itu, sekitar pukul 15.50 WIT, Brigjen Putu beserta Satgas BIN dan Satgas TNI-Polri yang tengah dalam perjalanan menuju Desa Dambet tiba-tiba dihadang oleh kelompok KKB. Saat itulah aksi baku tembak pun terjadi di sekitar gereja Desa Dambet, Beoga, Puncak.

”Akibat kontak tembak tersebut mengakibatkan korban dari Satgas BIN, Kabinda Papua, tertembak di bagian belakang kepala dan tembus depan kepala yang mengakibatkan gugur sebagai Kusuma Bangsa,” jelas Wawan. Brigjen Putu Danny akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta ­Selatan. 

Sementara itu, lima anggota KKB di Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua menyerahkan diri dan menyerahkan empat pucuk senjata api serta belasan butir amunisi ke Polres Kepulauan Yapen. Kapolres Kepulauan Yapen, AKBP Ferdyan Indra Fahmi mengatakan, kelima anggota KKB yang menyerahkan diri tersebut merupakan anak buah dari Rudy Orarey selaku pimpinan KKB wilayah Distrik ­Angkaisera.

Rudy Orarey sebelumnya dikabarkan tewas pada 2014 silam, sehingga kelima anggota KKB yang menyerahkan diri tersebut tersebar dari wilayah Kampung Menawi dan Yapen Timur. Kapolres menambahkan, penyerahan diri kelima anggota KKB ini merupakan pendekatan secara kemanusiaan oleh aparat keamanan dengan tujuan agar para anggota KKB di Yapen kembali menganut ideologi Pancasila dan UUD 1945.

“Kami aktif lakukan pendekatan, pemahaman dan memberikan jaminan kepada keluarga mereka. Segalanya baik-baik saja jika setia kepada NKRI. Ini langkah agar keamanan dan kenyamanan masyarakat di pelosok kampung dapat tercipta tanpa ada kelompok yang berseberangan,” jelas AKBP Ferdyan.

ST, salah satu anggota KKB yang menyerahkan diri, mengaku tidak mendapatkan kehidupan yang layak saat bergabung bersama KKB, bahkan ia dikucilkan oleh masyarakat sekitar. Sehingga ia mengajak rekan-rekannya anggota KKB yang lain untuk bersama-sama menyerahkan diri. “Saya juga akan berupaya mengajak dan meminta kepada saudara-saudara kita lainnya untuk mari kita tinggalkan hal-hal yang melawan negara dan kembali untuk mencintai NKRI dan bekerja untuk Republik Indonesia,” ujar ST

Pemprov Papua Kutuk Aksi KKB Tembak  Kabinda Papua

Gugurnya Kabinda Papua, Brigjen TNI  Gusti Putu Dani Nugraha Karya menambah daftar panjang korban teror KKB. Gubernur dan Wakil Gubernur Papua memerintahkan jajarannya segera berkoordinasi intens dengan berbagai stakeholder terkait hal ini.  

Merespon perintah Gubernur dan Wagub, Sekda Papua,  Dance  Yulian Flassy, SE,MSi bersama beberapa pimpinan SKPD, melakukan pertemuan dengan Kodam XVII/Cendrawasih dan Polda Papua pada Senin (26/4). 

Beberapa hal pokok yang diputuskan dalam pertemuan tersebut diantaranya 

Pemerintah Provinsi Papua dalam hal ini Gubernur dan Wakil Gubernur Papua beserta jajaran, mengutuk keras kejadian tersebut. Kejadian/tindakan KKB ini diluar perikemanusian serta berharap tindakan ini tidak terulang lagi, apalagi terhadap perwira tinggi yang sedang melaksanakan tugas di Papua. Pemprov menyampaikan turut berbela sungkawa sedalam-dalamnya atas gugurnya putra bangsa terbaik ini. 

Pemerintah Provinsi Papua akan memberikan penghargaan/apresiasi khusus kepada (alm) Brigjen TNI Gusti Putu Dani Nugraha Karya atas pengabdiannya di Papua.  Sebagai salah satu bentuk penghormatan, Gubernur Papua secara khusus memerintahkan Sekda dan beberapa pimpinan SKPD menghadiri pemakaman Almarhum di TMP Kalibata Jakarta, Selasa (27/4).

Pemerintah Provinsi Papua akan lebih meningkatkan lagi  koordinasi antar lembaga untuk memastikan deteksi dini atas berbagai persoalan di Papua melalui pertemuan berkala antar lembaga pusat di Daerah (Kodam, Polda, Binda, Polhukam, serta K/L lainnya)  dan pemerintah daerah (provinsi/ kabupaten/Kota). Pemerintah Provinsi Papua juga akan lebih mengefektifkan komponen-komponen yang ada di dalam pemerintahan maupun di masyarakat untuk bersama-sama  mencegah tidakan-tindakan  yang merugikan banyak orang 

Pemerintah provinsi, pemerintah daerah setempat bersama TNI/Polri dan unsur terkait lainnya akan berupaya memberikan rasa aman/nyaman bagi masyarakat setempat dan menghimbau untuk tidak terprovokasi serta memakasimalkan operasi-operasi sosial dan membantu/mendorong kegiatan teriorial yang diakukan oleh TNI/Polri lebih masif lagi.  

Selain hal tersebut yang disepakati pada rapat koordinasi, Sekda Papua Dance Flassy juga menegaskan  agar masyarakat di Papua tetap tenang, melakukan kegiatan sebagaimana biasanya, tidak terpancing isue dan tetap berharap hanya pada Tuhan untuk mewujudkan Papua Bangkit Mandiri  Sejahtera yang Berkeadilan. (lir/detikcom/**/al) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed