oleh

Tak Ada Aktivitas Ilegal Fishing Kapal Asing

-Manokwari-200 views

MANOKWARI-Sejauh ini tak ada lagi aktivitas kapal nelayan asing yang melakukan  kegiatan ilegal fishing di wilayah pulau-pulau terluar di Raja Ampat, Papua Barat. Hal ini dikatakan Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Herry Nahak dan Kepala Staf Koarmada III Laksamana Pertama TNI Maman Firmansyah kepada wartawan dalam jumpa pers usai bertemu dengan warga Kampung Rutum, Sabtu (7/12/2019).

“Tidak ditemukan kapal-kapal asing penangkap ikan ilegal di wilayah Raja Ampat ini. Cuma pernah ditemukan, mendeteksi sepertinya drone di Pulau Fani. Tapi itu masih dugaan, perlu ditindaklanjuti karena pengamatan hanya visual,” kata Laksamana Pertama TNI Maman Firmansyah.

Kepala Staf Koarmada III mengatakan, jajarannya terus melakukan patroli pengamanan di lautan. Terutama Pulau Fani sebagai pulau terluar/terdepan telah ditempatkan personel TNI AL serta dipasang tugu prasasti. “Adanya tugu prasasti itu menandakan, Pulau Fani adalah milik Indonesia,’’ ujar Maman Firmansyah.

Senada dengan Kepala Staf Koarmada III, Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Herry Nahak juga mengatakan, sejauh ini belum ada laporan tentang ilegal fishing kapal nelayan asing di pulau terluar Raja Ampat. Dia berharap, wilayah pulau-pulau terluar tetap aman dan kondusif.

Polda Papua Barat lanjut Kapolda akan terus berusaha mengembangan pengamanan sesuai  kebutuhan masyarakat.Patroli di perairan yang dilaksanakan Satuan Polairud akan terus dilakukan untuk menjaga kekayaan alam Indonesia.

Dia mengatakan, hingga saat ini belum ada pengembangan satuan polisi di kepulauan Raja Ampat. Pengamanan ditangani Polres Raja Ampat didukung Satpolairu di perairan.

Kapolda mengakui, wilayah Raja Ampat cukup luas, terdiri dari ribuan pula dari utara hingga selatan. Namun, begitu belum ada rencana pengembangan atau pembentuan satuan baru setingkat Polsek.

“Kita bersyukur situasi di Raja Ampat termasuk di perairan dan pulau-pulau terluar situasinya kondusif. Kita pasti akan antisipasi potensi kerawanan dan gangguan keamanan,’’ ujarnya.

Terpisah, Danlantamal XVI Brigjen (Mar) Suaf Yanu Hardani mengatakan, pengamanan laut terus dilakukan. Terutama di Pulau Fani ditempatkan 10 personel TNI AL yang bertugas secara bergiliran. ‘’Mereka harus bia melindung perairan dari niat-niat jahat atau mungkin yang menganggu keadaulatan NKRI,’’ tandasnya kepada wartawan.(lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed