oleh

Tahun 2018, Penggunaan Pupuk Organik Capai 60 Ton

-Lintas Papua-1.031 views


TIMIKA – Tahun 2018, penggunaan pupuk organik (kompos) yang diberikan kepada para kelompok tani di Kabupaten Mimika mencapai 60 ton.Penggunaan pupuk kompos ini dianjurkan untuk tanaman pangan dan hortikultura. Selain tanaman padi, pemerintah memang tidak lagi menganjurkan penggunaan pupuk kimia.

“Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Mimika Tahun 2018 lalu telah menyediakan sebanyak 60 ton pupuk organik (kompos) untuk para kelompok tani. Khusus untuk tanaman pangan, hortikultura selain padi tidak lagi dianjurkan untuk penggunaan pupuk kimia,” jelas  Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Ir Yohana Paliling, MSi saat dihubungi Radar Timika, Sabtu (5/1). 

Disebutkan, untuk pupuk subsidi harganya untuk seluruh Indonesia sama karena sudah ada Harga Eceran Tertinggi (HET). Jika masih ada petani yang mengeluhkan jika harga pupuk mahal, maka pupuk yang dijual ini berarti yang ada di kios-kios tani yang dibeli secara swadaya oleh petani. 

Hal itu dibenarkan distributor pupuk bersubsidi, CV Sari Tani, H Bachroni. Disebutkan, untuk realisasi dan sisa alokasi tahun 2018 mulai Januari sampai 31 Oktober 2018 untuk lima jenis pupuk bersubsisi di lima distrik berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan para petani. Lima distrik yakni Wania, Mimika Baru, Iwaka, Mimika Timur dan Kuala Kencana realisasinya yakni untuk pupuk organik sebanyak 404,00 ton, pupuk urea sebanyak 180,00 ton, pupuk Sp 36 sebanyak 90,00, pupuk ZA sebanyak 64,50 dan pupuk NPK sebanyak 419,15.(ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed