oleh

Tahap Assessment, 47 Pejabat Tes Psychometric

SORONG – Sebanyak 47 pejabat yang dinyatakan lolos seleksi administrasi pendaftaran seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Maybrat tahun 2020. Selanjutnya puluhan pejabat yang berasal dari beberapa daerah di wilayah Papua dan Papua Barat tersebut melenggang ke tahap assessment yang diselenggarakan di lantai 3 Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Sorong, Selasa (2/12).

Pantauan Radar Sorong, puluhan pejabat berkumpul di Aula dengan tetap menjaga jarak, menggunakan masker serta panitia juga menyiapkan hand sanitizer untuk digunakan sebelum mengikuti tes psychometrik berupa tes kecepatan menghitung dan konsentrasi penuh. Tahapan assessment bertujuan untuk menggali talenta dan kemampuan yang dimiliki masing-masing peserta.

Plt. Kepala BPKSDM Kabupaten Maybrat, Ismail,S.IP menjelaskan, tahapan assessment ini pihaknya bekerjasama dengan tim assesor dari Bagian Psikologi Biro SDM Polda Papua Barat dibawah kepemimpinan Kompol Ary Krisdiantoro,MSi yang diketahui telah berpengalaman dalam pelaksanaan assessment di beberapa wilayah di Papua dan Papua Barat. “Assessment ini akan berlangsung selama 3 hari kedepan, dan Bapak Kompol Ary berserta tim Assesor ini sudah teruji,” jelas Ismail kepada wartawan, kemarin.

Diakui, awalnya sebanyak 63 pelamar JPT Pratama Kabupaten Maybrat ini, hanya saja saat dilakukan verifikasi berkas seleksi administrasi pendaftaran hanya 47 pelamar yang dianggap memenuhi syarat, sedangkan yang lainnya tidak lolos lantaran rata-rata usia mereka sudah lewat dari ketentuan UU ASN Nomor 5 tahun 2014 yakni maksimal usia pejabat 56 tahun saat dilantik. “Selain itu, ada juga yang belum mengikuti Diklat PIM III dan ada yang pendidikannya hanya diploma sedangkan untuk level jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) minimal harus Strata 1,” ungkapnya.

Usai pelaksanaan assessment, sambung Ismail, selanjutnya akan dilaksanakan seleksi makalah dan wawancara yang akan diuji oleh lima Panitia Seleksi (Pansel) yang diketua Johni Way,S.Hut,MSi yang sehari-harinya menjabat Sekda Kabupaten Maybrat. Anggota pansel diantaranya Kepala BKD Provinsi Papua Barat, Kapuslatbang KMP LAN Makassar, Tokoh Masyarakat Maybrat dan Rektor UMS.

Ismail mengatakan, hasil penilaian assessment nanti berdasarkan perengkingan. Karena itu, hasil assessment biasanya dijadikan barometer oleh Pansel untuk ketahapan selanjutnya. Sebab bila nilai assessment peserta sudah bagus maka makalah dan wawancara pun bagus karena barometernya ada pada assessment tersebut. “Tadi para peserta mengikuti uji psikometri dan masing-masing assesor biasanya memiliki kurikulum standar terkait materi apa akan diberikan nanti. Setelah psychometric, akan ada pembuatan makalah kemudian wawancara dan presentasi makalah kepada assesor,” terangnya. Nantinya, tambah Ismail, setelah proses seleksi JPT Pratama ini akan ditentukan tiga peringkat terbaik yang rekomendasinya dikeluarkan oleh KASN untuk diberikan kepada Bupati selaku pejabat pembina kepegawaian. “Bupati selaku kepala daerah memiliki hak untuk memilih satu yang terbaik dari tiga nama yang direkomendasikan,” jelas Ismail. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed