oleh

Tahanan Jalani Rapid Test

SORONG – Sebanyak 70 orang yang terdiri dari 28 orang tahanan Mapolres Sorong dan 42 orang personil Polres Sorong menjalani rapid test Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Gedung Serba Guna Endra Dharma Lak­sana Polres Sorong, Rabu (20/5). Hasilnya, seluruhnya dinyatakan negative Covid-19.

Rapid tes dilakukan bekerja sama dengan Laboratorium Kesehatan Daerah (Lapesda) guna memastikan seluruh personil Polres Sorong yang melaksanakan tugas di ­lapangan dengan resiko terpapar Covid-19 hasilnya ­negatif. “Polri ini salah satu instansi yang tidak dapat bekerja dari rumah, sehingga resiko terpapar Covid-19 ­sangat tinggi, karena masih melakukan pelayanan dan berinteraksi dengan masyarakat, maka­nya perlu dilakukan rapid tes,” kata Kapolres Sorong, AKBP Robertus Alexander Pandiangan,S.IK. 

Juru Bicara Tim Satuan ­Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Sorong, Agus Wabia menyam­paikan, 70 orang yang menjalani rapid tes dinyatakan negatif. Meski demikian, seluruh personil Polres Sorong tetap diharuskan untuk menge­depankan protokol kesehatan guna pencegahan Covid-19.  “Semua yang menjalani rapid tes sudah dinyatakan negatif seluruhnya,” kata Agus Wabia kepada wartawan. 

Sementara itu, sempat menolak rapid tes dengan me­nutup komplek menggunakan pagar besi pada Selasa (19/5) lalu, akhirnya warga di Jalan Perikanan Kompleks Jem­batan Puri Kelurahan Klaligi Distrik Sorong Manoi, menjalani ­rapid tes oleh pihak Puskesmas Malawei, Kamis (21/5).  Rapid tes dilakukan karena ber­dasarkan data yang diperoleh oleh Tim Kesehatan, 55 ­warga memiliki kontak erat dengan 12 pasien positive Covid-19 yang tinggal di dalam satu lingkungan yang sama di Kelurahan Klaligi.

Kepala Puskesmas Malawei, Alviana Martaudang mengatakan, pihaknya menargetkan 55 orang yang berkontak langsung dengan pasien positive Covid-19 yang ada di Kelurahan Klaligi. Memang sambung Aliviana, saat pihaknya ingin melakukan rapid tes kepada 55 warga tersebut sempat terjadi kontra antara petugas dengan warga. “Karena warga merasa tidak tahu kenapa mereka dipanggil untuk di rapid, sehingga kita menjelas­kan mereka di rapid berdasar­kan dengan data yang diberikan oleh orang yang po­sitive Covid-19 kepada petugas kesehatan siapa saja yang kontrak erat dengan pasien tersebut,” jelasnya kepada wartawan, kemarin.

Menurutnya, berdasarkan keterangan dari 12 orang positive Covid-19 ini, tercatat 55 orang yang berkontak erat ­dengan mereka, sehingga dilakukan rapid test. Namun dari 55 warga tersebut, baru sebagian yang menjalani rapid test. ­Aliviana mengatakan, jika dari hasil rapid tes ini ada yang reaktif, maka akan dilakukan pengambilan sampel swab di RS Sele be Solu untuk pemerik­saan lebih lanjut.  “Nantinya hasil pemeriksaan ini akan ditindaklanjuti, apabila ditemukan ada yang reaktif dari ­sampel tersebut maka akan dirujuk untuk melakukan swab di RSUD Sele be Solu,” pungkasnya. (nam/juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed