oleh

Tagihan Listrik Melonjak

-Ekonomi-218 views

SORONG – Sampai saat ini masyarakat di Kota Sorong masih resah akibat tagihan listrik yang melonjak selama masa pandemic COVID-19.
Kenaikan tagihan listrik ini banyak dikeluhkan oleh masyarakat yang tergolong kategori non subsidi. Hal ini kemudian menggiring opini masyarakat dan menghubungkannya dengan stimulus listrik yang diberikan oleh pemerintah.
Menanggapi hal tersebut, Kepala PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sorong, Albert Safaria mengatakan, tak ada kenaikan tarif listrik. Ia menyebutkan melonjaknya tagihan listrik bisa jadi karena menigkatnya konsumsi listrik oleh masyarakat yang digunakan secara tidak sadar selama masa pandemic.
“Tidak ada kenaikan tarif listrik dari PLN. Tagihan masya­rakat mungkin memang melonjak karena konsumsi mereka sendiri yang dilakukan secara tidak sadar, apalagi selama pandemic banyak aktivitas yang kemudian dialihkan untuk dikerjakan dari rumah,”jelas Albert Safaria kepada Radar Sorong, Kamis (28/5). Ia menegaskan, hal ini juga tidak ada kaitannya dengan stimulus listrik yang diberikan oleh pemerintah.
“Bukan berarti karena beberapa masyarakat mendapat subsidi, kemudian tagihan listrik kategori non subsidi dinaikkan sebagai penganjal,” tegasnya.
Menurut Albert, hal ini juga sudah menjadi pemberitaan di kalangan media nasional sehingga tidak mungkin ada kecurangan yang dilakukan oleh PLN, baik dari pusat maupun menyisir hingga ke daerah-daerah.
Disinggung mengenai perpanjangan stimulus listrik yang awalnya hanya tiga bulan menjadi enam bulan, menurut Albert pihaknya akan tetap mengikuti.
“Untuk perpanjangan subsidi sampai enam bulan, kami di daerah akan tetap melaksananakan. Apa yang jadi keputusan dari pusat, kami di daerah akan patuh mengikuti. Dan sampai saat ini subsidi yang diberikan pemerintah masih tetap jalan,” tandasnya. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed