oleh

Tabrak Lari Berujung Pemalangan

AIMAS-Aksi pemalangan terjadi di depan Kantor Bupati Kabupaten Sorong di Jalan Sorong-Klamono Km 24, Minggu (17/5) sejak pukul 07.00 WIT. Aksi pemalangan yang dilakukan sejumlah warga,  imbas dari kecelakaan lalulintas sekitar pukul 03.30 WIT yang menewaskan seorang mahasiswa berinisial AK (29). 

Kapolres Sorong, AKBP Robertus Alexander Pandiangan,S.IK melalui Kasat Lantas Polres Sorong, AKP Ade Luther Far-far.S.IK membenarkan adanya kejadian lakalantas yang mengakibatkan seorang warga meninggal dunia. Kasat Lantas menjelaskan, kecelakaan bermula ketika pengemudi mobil Suzuki APV dengan plat nomor PB 7280 A berinisial MD (25), melaju dari arah Mariat Gunung menuju Aimas. 

Saat melajukan kendaraannya, pengemudi dikagetkan dengan kemunculan korban yang secara tiba-tiba dari arah sebelah kiri pinggir jalan. Hilang kendali, pengemudi menabrak korban, kemudian melaju menuju Polres Sorong untuk melaporkan kejadian tersebut.  “Pengemudi kaget karena pejalan kaki ini tiba-tiba muncul dari pinggir jalan, sehingga kecelakaan terjadi,” terangnya. 

Piket Lantas Polres Sorong yang mendapatkan laporan, langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melakukan evakuasi terhadap korban yang mengalami luka-luka untuk dilarikan ke RSUD Sele Be Solu guna mendapatkan perawatan.  “Saat tiba di rumah sakit, dokter langsung memeriksa korban namun korban sudah dinyatakan meninggal dunia,” ucapnya. 

Akibat dari meninggalnya korban, masyarakat sekitar melakukan aksi pemotongan pohon yang berada di pinggir jalan depan Kantor Bupati, kemudian digunakan untuk melakukan pemalangan. Sekitar pukul 11.30 WIT, Kanit Laka Satlantas Polres Sorong, Iptu H. Muh Asri bersama dengan anggota dan keluarga korban tiba di TKP untuk menenangkan masyarakat. 

Ditambahkan, pihak keluarga menyerahkan kasus lakalantas tersebut ke pihak kepolisian sesuai dengan kesepakatan di Kantor Satlantas Polres Sorong. Untuk itu, keluarga korban meminta agar pemalangan tersebut dibuka, guna melancarkan kembali aktivitas kendaraan di Km 24. Apabila pemalangan masih dilakukan, maka bukan menjadi tanggung jawab pihak keluarga korban.  Berdasarkan koordinasi tersebut, masyarakat setempat akhirnya memutuskan untuk membuka pemalangan dibantu oleh anggota Satlantas Polres Sorong. (nam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed