oleh

Tabrak Karang, Kapal Tuna Kandas di Ayau

WAISAI – Sebuah kapal nelayan penampung ikan tuna berbendera Indonesia berasal dari Kabupaten Kepulauan Sangihe Talaud Sulawesi Utara, menabrak karang dan kandas di ref ref pasir timbul Insonem Distrik Kepulauan Ayau kabupaten Raja Ampat. Informasi yang dihimpun Radar Sorong, lokasi kandasnya kapal tuna ini berada pada titik kordinat U 00°28.903’ T 131°13.572’, tepat di lokasi pasir timbul Insonem yang berdekatan di antara Pulau Rutum dan Reni Kepulauan Ayau, Kamis (18/3) sekitar pukul 11.02 WIT.

Lokasi kandasnya kapal merupakan Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) area 1 perairan Kepulauan Ayau, juga termasuk lokasi dalam zona tradisional pemanfaatan masyarakat yang dikelola langsung oleh BLUD-UPTD Pengelolaan KKP Raja Ampat.  Kapal penampung tuna yang kandas tersebut bernama ”Karens Star”, diinahkodai Bernart bersama 12 anak buah kapal (ABK) lainnya. Sebelum kandas di pasir timbul, kapal diduga terlebih dahulu menabrak sejumlah karang di sekitar pasir timbul.

Kepala BLUD-UPTD Pengelolaan KKP Raja Ampat, Syafri,S.Pi yang dikonfirmasi wartawan, Jumat (19/3) membenarkan berdasarkan laporan stafnya dan kawan-kawan di lapangan, ada kapal nelayan penampung ikan tuna mengalami insiden menabrak karang lalu kandas di lokasi ref perairan Ayau. “Setelah mendapatkan laporan dan koordinasi dari kawan-kawan di lapangan, kami segera menghubungi pihak kepolisian melalui Satpolairud Polres Raja Ampat dan sudah direspon tadi pagi (Kemarin,red). Setelah berkoordinasi, kami langsung mengirim tim ke lokasi kandasnya kapal tersebut,” jelas Syafri.

Syafri mengatakan, pihaknya telah memfasilitasi tim ke lokasi, sekaligus tim penyelam untuk mengetahui sejauh mana luasan atau tingkat kerusakan karang akibat insiden itu. ”Tim sudah bergerak melakukan pengecekan ke lokasi kandasnya kapal, termasuk kita arahkan sebagaimana mungkin kapal nelayan itu tetap ditahan agar bisa menggali keterangan lebih jelas terkait penyebabnya, seperti apa kronologis kandasnya,” tandasnya.

Pihaknya lanjut Syafri, belum mengetahui dengan pasti apakah kapal nelayan yang kandas tersebut akan dievakuasi dan diamankan ke Waisai atau tetap berada di lokasi kandasnya. ”Hal itu bukan ranahnya kami lagi, tapi sudah masuk ke penegak hukum (Gakkum) dan ranahnya ada di Satpolairud. Apakah kapalnya tetap disana sambil penyelidikan, kami pada posisi menerima laporan dan memfasilitasi ke lokasi,” pungkas Syafri.  Diketahui, sementara ini kapal ditahan masyarakat kampung dan pemerintah distrik Kepulauan Ayau. (hjw) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed