oleh

Syukuran HAB ke-73 Kementrian Agama

-Sorong Raya-1.150 views

Kepala Kantor Kemenag Beri Kue Ultah kepada Muspida

TEMINABUAN-Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Sorong Selatan (Sorsel) melaksanakan Syukuran Hari Amal Bhakti (HAB) Kemenag ke-73 pada Selasa (8/1) lalu di halaman kantor Kemenag Kabupaten Sorsel. Peringatan HAB Kemenag seharusnya dilaksanakan pada Kamis (3/1) minggu lalu, namun karena kantor pemerintah di Pemkab Sorsel baru mulai aktif pada Senin (7/1) lalu, sehingga peringatan HAB Kemenag ke-73 diundur. Syukuran HAB Kemenag ke-73 tersebut diikuti berbagai organisasi keagamaan yang ada di Kabupaten Sorsel, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Dalam syukuran HAB Kemenag ke-73 yang berlangsung sederhana tersebut, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sorsel DM Syaranamual memotong kue ulang tahun (Ultah) untuk diberikan kepada Bupati Sorsel Samsudin Anggiluli, SE; Wakil Bupati Drs.Martinus Salamuk; Kapolres Sorsel AKBP Hans Rachmatulloh Irawan, Perwira Penghubung Kodim 1704 Sorong dan mantan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sorsel dan Teluk Wondama Wenan Salamuk.

 Bupati Samsudin Anggiluli saat membaca sambutan tertulis Menteri Agama RI menjelaskan, melalui peringatan HAB Kemenag, kita diingatkan kembali arti pentingnya jaminan hak beragama dalam pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945, terutama sila Ketuhanan Yang Maha Esa pada Pembukaan UUD 1945 dan pasal 29 UUD 1945. Dalam negara kita berdasar Pancasila, bukan hanya jaminan untuk mengamalkan ajaran agama dilindungi negara, kebijakan Pemerintah pun tidak boleh bertentangan dengan ajaran dan kaidah agama. Sejalan dengan tema HAB Kemenag tahun 2019 ini “Jaga Kebersamaan Umat”, apalagi di tahun politik ini, pihaknya meminta jajaran Kemenag senantiasa menebarkan energi kebersamaan, merawat kerukunan, dan menempatkan diri di atas dan untuk semua kelompok dan golongan kepentingan. Semua elemen bangsa juga diminta menjaga kebersamaan, keutuhan sesama anak bangsa. Ujaran, perilaku, dan sikap yang bisa menimbulkan luka bagi sesama saudara harus dihindari. Jauhi saling menebar benci, saling melempar fitnah keji, saling menyuburkan penyakit hati, dan saling melukai hati antar sesama anak negeri.

 Lanjut Bupati Samsudin Anggiluli, seluruh ASN dan jajaran Kemenag harus menjadi perangkai, penjalin, dan perajut tenun kebangsaan kita yang bhinneka. Setiap kita haruslah menjadi teladan dalam kesederhanaan, kejujuran, dan keikhlasan memberikan amal bakti bagi segenap warga negara tercinta. Dalam tugas sehari-hari, setiap aparatur Kemenag harus mampu menunjukkan nilai kinerja yang baik, kepemimpinan yang amanah, dan memberi kemudahan kepada masyarakat luas, untuk memperoleh akses pelayanan keagamaan secara akuntabel dan berkualitas. (jus)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed