oleh

Syukur, Rapid Test 28 Jurnalis di Manokwari Non-Reaktif

MANOKWARI-Sebanyak 28 jurnalis di Manokwari yang mengikuti silatuhrami dengan Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa melakukan pemeriksaan rapid test. Termasuk Ketua PWI Papua Barat, Bustam, ST dan para pimpinan media massa.

Rapid test dilakukan oleh Kesehatan Kodam (Kesdam) di pintu masuk aula, tempat silaturahmi. Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa dan Kasdam Brigjen TNI Ferry Zein ikut menyaksikan rapid test yang mengambil sampel darah dari jari tangan.

Hasilnya patut disyukuri, dari 28 wartawan yang rapid test semua hasilnya non-reaktif. ‘’Syukur ya, ada 28 orang (wartawan) yang tadi rapid test, hasilnya non-reaktif semua,’’ ujar Letda dr. Stefi Nararia dari Kesdam XVIII/Kasuari.

Stefi Nararia mengatakan, rapid test sudah sering dilakukan di lingkungan Kodam XVIII/Kasuari. Hasilnya pun umumnya non-reaktif. Kalaupun reaktif akan diarahkan untuk melakukan swab test.

Ketua PWI Papua Barat, Bustam, ST mengatakan, jurnalis di daerah ini juga turut peduli mengkampanyekan pendisiplinan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan penularan virus corona (Covid-19). Saat bertugas pun jurnalis selalu memakai masker dan tetap menjaga jarak saat melakukan peliputan di lapangan.

‘’Kita bersyukur ya, lewat kepatuhan jalankan protokol kesehatan, sampai saat ini tidak ada dan jangan sampai ada wartawan di Manokwari terinfeksi Covid-19,’’ ujar Bustam saat memberi sambutan saat silaturahmi dengan Pangdam.

Bahkan saat ini, Dewan Pers bekerjasama dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaksanakan program Fellowship Jurnalisme Perubahan Perilaku. Merupakan program dengan tiga kegiatan utama, menggalakkan pemberitaan pers berperspektif perubahan perilaku guna pencegahan penularan Covid-19, memperkaya konten berita media yang menekankan pentingnya kedisiplinan masyarakat melaksanakan protokol kesehatan dan melibatkan wartawan sebagai agen perubahan perilaku melalui peningkatan peran pers sebagai institusi dengan fungsi edukasi publik.

Fellowship Jurnalisme Perubahan Perilaku terbuka bagi jurnalis di seluruh Indonesia yang berminat untuk berkontribusi dalam mengakhiri pandemi Covid-19. Program ini terutama untuk jurnalis yang sedang mengalami kesulitan karena medianya terdampak secara ekonomi akibat pandemi Covid-19.(lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed