oleh

Syarif Nari: Tahun Ini Pesta Kembang Api Dibatasi

-Metro-362 views

SORONG-Ketua DPD IKAPPI (ikatan pedagang pasar Indonesia) dan Ketua Himpunan Pedagang Kaki Lima Kota Sorong, Syarif Nari mengatakan perayaan pesta pergantian tahun dengan membakar kembang api dan petasan yang jelas berbeda jauh. “Kalau tahun-tahun sebelumnya sebelum Covid-19, bisa jadi dalam satu bulan itu terjadi pembakaran petasan kembang api terus. Tapi tapi tahun ini biasanya malam natal pulang dari gereja setelah pulang ibadah. Paling banyak pembeli tapi di tahun ini sama sekali tidak ada. Sebelum 2 hari sebelum malam tanggal 1 malam tahun baru kemudian ada yang belanja tapi itu juga belum maksimal,” katanya kepada Radar Sorong, Minggu (3/1)

Lanjutnya, Kalau kita membedakan tahun-tahun sebelumnya dengan tahun ini, tidak begitu meriah perayaan pesta kembang apinya karena ada beberapa tempat yang biasanya menjadi pusat pesta kembang api ditutup agar memutus mata rantai penyebaran covid-19.

PMB OPBJJ-UT Sorong

“Ada tempat yang biasanya dibatasi. Tetapi yang paling utama masyarakat masih takut dengan situasi yang ada. Tingkat kesadaran masyarakat bagaimana mematuhi imbauan dari pemerintah supaya tidak terjadi kerumunan massa di tempat-tempat tertentu untuk menghindari meningkatnya penularan Covid-19  di Kota Sorong itu dan mau tidak mau kita memang harus melakukan hal tersebut,”tegasnya.

Hanya saja, menurutnya para penjual ini kan hanya menjawab kebutuhan setiap tahun oleh masyarakat. Persoalan mereka itu hadir, kemudian datang ke lapak-lapak penjualan kembang api dan petasan kita kembali kepada hak mereka. Tapi tahun ini model penjualannya tidak secara manual lagi atau ke lapak-lapak tetapi masyarakat juga dapat membelinya melalui online. Jadi penjual juga memasarkan barang dagangannya melalui online sehingga dapat memudahkan masyarakat untuk tidak lagi ke lapak kemudian hemat waktu dan dan biaya juga ke lapak dan yang utama secara tidak langsung mencegah penyebaran Covid-19.

“Dan terbukti walaupun kita tidak melihat orang belanja di lapak itu terjadi penumpukan tapi yang beli melalui online itu banyak,” ujarnya.

Dikatakannya bahwa Tahun-tahun sebelumnya sama tahun ini sangat berbeda. Kalau distributor biasanya pada tahun-tahun sebelumnya mereka bisa mendistribusi kembang api maupun petasan dalam jumlah yang banyak yaitu 5 hingga 7 kontainer bahkan ada yang sampai 10 konteiner Sedangkan pada tahun ini paling tinggi yang didistribusikan hanya 3 kontainer per distributor. Distributor di Kota Sorong hanya 2, yang pertama distributor Pegasus dan distributor Top.

“Sehingga pada tahun ini tidak begitu ramai – ramai atau mencapai target 7 kontainer misalnya. bahkan after tanggal satu dua tiga hari biasanya pada tahun-tahun sebelumnya itu masih terjadi pembakaran kembang api dan petasan,”jelasnya.

Lanjutnya, kalau tahun ini mungkin hanya 1 atau 2 orang saja yang bakar petasan dan kembang api.

“Jadi mereka juga mau beli kembang api atau petasan itu melihat situasi,”katanya. (zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed