oleh

Syarat Jalur Independen di 10 Distrik Minimum 50%

-Manokwari-405 views

MANOKWARI-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pegunungan Arfak, Provinsi Papua Barat telah menetapkan jumlah minimum dukungan persyaratan bagi pasangan calon bupati dan wakil bupati yang ingin maju pada pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020.
Komisioner KPU Pegaf Divisi Teknis Penyelenggara, Yosak Saroi mengutarakan, bakal calon yang hendak maju diharuskan memiliki persentase dukungan 10 persen dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada terakhir yang diketahui berjumlah Berjumlah 32.527 Pemilih. Sehingga pasangann calon bupati-wakil bupati independen Pegaf wajib menyerahkan 3.253 bukti dukungan.


”Dari 32.527 pemilih jumlah minimum dukungan yang harus dipenuhi adalah 3.253. Ini dibuktikan melalui KTP,” sebut Yosak.
Ia menjelaskan, syarat dukungan bagi calon dari jalur independen atau perseorangan harus tersebar minimum di 50 persen dari 10 Distrik yang ada di daerah itu. Yodak merinci, DPT pada pemilu terakhir di Distrik Anggi sebanyak 2 107 pemilih l, Anggi Gida 2 013, Sururey 2 673, Taigge 3 075, Membey 2 020, Didohu 2 406, Minyambow 6 076, Hingk 5 984, Catubow 2 857 dan Testega 3.316.


Menurut dia, mengacu pada UU 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Umum Gubernur, Bupati, dan Wali kota, Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pedoman Pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati Walikota dan wakil Walikota serta Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 15 Tahun 2019 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2020 tahapan ini pengumpulan dukungan mulai dilakukan pada 26 Oktober 2019.


Sesuai tahapan, lanjut Yosak, pada awal November 2019, KPU Pegaf akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang Tahapan Pilkada. Hal pertama yang akan dilakukan yakni melaksanakan sosialisasi kepada bakal calon Bupati dan wakil Bupati Kabupaten Pegunungan Arfak yang namanya sudah tersebar di masyarakat maupun di media massa.
”Sosialisasi diprioritaskan kepada bakal calon tentang mekanisme pencalonan pada jalur independen karena sesuai PKPU Nomor 15 Tahun 2019 sudah mulai menyerahkan syarat dukungan mulai tanggal 11 Desember 2019 sampai dengan tanggal 5 Maret 2020,” ujarnya lagi.
Terkait dengan calon perseorangan yang akan minta dukungan masyarakat dapat mengunakan format dukungan. Surat pernyataan dukungan itu dapat mengunakan folmulir B.1-KWK perseorangan. Folmulir tersebut dapat diakses di website KPU.


Ia mengutarakan, untuk mempermudah tahapan ini KPU Pegunungan Arfak telah membuka Hell Desk Pilkada 2020 di Kantor KPU Pegaf. Pihaknya pun membuka kayanan di Sekretariat Penghubung sementara di Manokwari jika ada pasangan calon maupun tim sukses yang ingin berkoordinasi terkait tahapan pilkada.(lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed