oleh

Swab Tes Antigen, 2 Penumpang Positif Covid

MANOKWARI – Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Manokwari bekerjasama dengan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 dan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, melakukan pemeriksaan swat test antigen terhadap penumpang pesawat Batik Air dari Jakarta, Makassar dan Sorong, di Bandara Rendani Manokwari, Selasa (18/5).  Hasilnya, 2 orang penumpang Batik Air positif Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan swab tes antigen

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Otto Parorongan, SKM, MKes mengatakan, swab test antigen terhadap penumpang pesawat untuk kepentingan screening dan memastikan penumpang  yang datang tidak terinfeksi virus corona. “Kalau ada kita lakukan pengamanan terhadap warga kita karena di beberapa wilayah ada varian baru corona, itu yang kita cegah,” ujarnya.

PMB OPBJJ-UT Sorong

Kadis Kesehatan membenarkan informasi ada 2 penumpang Batik Air yang positif berdasarkan pemeriksaan swab test antigen. Namun untuk memastikannya, 2 penumpang ini akan jalani pemeriksaan swab test PCR. “Kalau hasil positif berdasarkan hasil PCR akan dilakukan penanganan kesehatan. Kalau negative kita kembalikan,” ucapnya.

Pantauan Radar Sorong, saat memasuki ruang kedatangan, para penumpang mengantri cukup panjang untuk menjalani pemeriksaan swat test antingen. Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Manokwari, Agung Ardyanto,  mengatakan, swab test antingen terhadap para penumpang pesawat ini dalam rangka mengantisipasi penularan Covid-19 pada masa arus balik mudik Idul Fitri. “Ya, pemeriksaan terhadap arus balik Idul Fitri untuk kepentingan screening,” kata Agung Ardyanto yang di terminal Bandara Rendani ­Manokwari.

Senin kemarin merupakan hari pertama kembali beroperasinya maskapai penerbangan secara normal di Bandara Rendani. Terdapat beberapa maskapai yang beroperasi, Batik Air, Lion Air, Sriwijaya Air dan pesawat berbadan kecil lainnya. Namun untuk pelacakan kasus Covid-19, KKP dan Satgas Penanganan Covid-19 hanya melakukan pemeriksaan terhadap penumpang pesawat Batik Air sebagai sampel, sebanyak 154 penumpang yang menjalani pemeriksaan. “Batik Air dari 3 bandara yang berbeda, sehingga dari sisi epidemologi bisa diambil kesimpulan nantinya,” ujar Kepala KKP.

Pelacakan kasus Covid-19 terhadap penumpang pesawat akan dilakukan beberapa hari. Direncanakan, Rabu (19/5) giliran penumpang Sriwijaya Air dari Jakarta, Makassar dan Sorong yang akan di-swat test antingen. Dan hari ketiga, Kamis (20/5) dilakukan swat test antingen terhadap penumpang Lion Air dari Makassar.

Terkait kegiatan serupa di pelabuhan laut, KKP masih menunggu instruksi. Pihaknya  akan berkoordinasi dengan pihak Perhubungan Laut soal jadwal kedatangan kapal di pelabuhan Manokwari. “Dan memang belum ada armada (kapal) yang akan masuk dalam dua hari ke depan,” ­ucapnya.

Dokumen Dicurigai, Penumpang Swab Ulang

Sementara itu, pihak Bandara DEO Sorong memperketat pengawasan penumpang yang datang maupun yang akan berangkat ke luar Sorong, dengan pemeriksaan dokumen surat keterangan negatif Covid-19 dengan RT-PCRT/Rapid Test Antigen yang dimiliki setiap penumpang.

Kepala Bandara DEO Sorong, Cece Tarya, mengatakan, pascalarangan mudik, pengetatan  untuk pengendalian Covid-19 ini, persayaratan setiap penumpang itu hasil swab test antigen yang berlaku 1×24 jam. Namun berdasarkan Adendum Surat Edaran Gubernur Papua Barat sesuai poin F10, diminta untuk pengetatan pengendalian minimal memvalidasi dokumen Surat Ijin Perjalanan dan Surat Keterangan Negatif Covid-19 berdasrakan hasil RT-PCRT/Rapid Test Antigen.

“Jika ditemukan adanya kecurigaan dokumen rapid antigen yang disahkan di bandara keberangkatan, atau sampai tidak memiliki atau mengantongi dokumen negative antigen tetapi bisa berangkat, disini diwajibkan swab ulang. Nanti dari pihak KKP sedang berkoordinasi dengan Dinkes Provinsi untuk menyiapkan fasilitas swab secara langsung terhadap penumpang yang datang khusus di bandara,” kata Cece Tarya.

Sekretaris Gugus tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Sorong, Herlin Sasabone mengatakan saat ini sudah H+1 peniadaan mudik, pihaknya mengantisipasi arus balik pemudik. “Sesuai hasil rapat evaluasi sudah disepakati untuk pengawasan arus balik, karena kita sudah tidak lagi memberlakukan SIKM untuk pelaku pejalanan, maka yang kita lakukan adalah pengawasan administrasi Surat Keterangan Negatif Covid-19 dengan RT-PCRT/Rapid Test Antigen yang dibawa oleh pelaku perjalanan,” jelas Herlin.

Pengawasn dilakukan KKP, baik yang ada di bandara maupun di pelabuhan. Pengawasan ekstra ketat untuk melihat validasi dokumen, jika dilihat dokumen agak mencurigakan akan dilakukan swab kepada pelaku perjalanan.  “Biasanya pelaku perjalanan hanya menunjukan hasil fisik surat RT-PCRT/Rapid Test Antigen kepada petugas keberangkatan, dan kemudian mengisi aplikas eHac Indonesia dan tiba di tempat tujuan dia hanya menunjukan aplikasi tersebut. Dengan pengetatan ini, penumpang wajib menunjukan dokumen fisik surat RT-PCRT/Rapid Test Antigen. Itu yang akan divalidasi ketat oleh pihak KKP dan pihak bandara. Kami juga berharap situasi ini berlaku di pelabuhan,” tegasnya.

Pantauan Radar Sorong di Bandara DEO Sorong, Selasa (18/5), terlihat kepadatan penumpang yang hendak berangkat ke luar Sorong, maupun yang datang menjemput. “Mau berangkat ke Makassar. Kemarin tidak bisa pulkam jadi baru bisa sekarang,” kata salah satu calon penumpang, Ira. (lm/zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed