oleh

Suzuki Optimis Penjualan Tumbuh Hingga 30%

-Ekonomi-103 views

SORONG – Kebijakan pemerintah untuk memberikan relaksasi berupa penghapusan pajak barang mewah atau Ppn BM hingga nol persen disambut baik oleh PT ­Trisakti Megah Indah. Diketahui, tujuan dari adanya kebijakan ini salah satunya adalah untuk meningkatkan daya beli masyarakat pada sektor otomotif. Artinya, adanya kebijakan ini diharapkan masyarakat yang ingin membeli mobil bisa mendapatkan harga yang jauh lebih murah dibandingkan pada waktu-waktu sebelumnya.
Manager PT Trisakti Megah Indah, Afifi Fauzi mengatakan, tidak semua mobil dibebaskan dari biaya Ppn BM, karena ada beberapa persyaratan yang wajib dipenuhi. Di Dealer Suzuki sendiri hanya berlaku bagi unit Suzuki dengan kelas low APV seperti All New ­Ertiga, All New Ertiga Sport dan XL7.

“Unit Suzuki hanya tiga tipe saja, karena kebijakan ­tersebut hanya berlaku untuk mobil yang dirakit di dalam negeri, yang konten atau muatan lokalnya minimal 70%.
Dan untuk di delaer kami, hanya tiga tipe mibil tersebutlah yang bisa memenuhi persyaratannya,” ujar Afifi.
Periode untuk kebijakan PPn BM dibagi tiga termin, Maret – Mei PPn BM 0%, Juni – Agustus PPn BM 50% dan September – November PPn BM 25%.
Kisaran 11 juta sampai 14 jutaan, belum lagi diskon dealer yang juga bisa mencapai belasan juta rupiah. Harga yang terpangkas berkat adanya relaksasi PPn BM ini mencapai belasan juta rupiah. Disamping itu, pelanggan juga masih akan berkesempatan mendapatkan diskon khusus dari delaer yang juga tak kalah menggiurkan.

“Jadi ada dua jenis manfaat yang bias diterima pelanggan yakni diskon dealer dan relaksasi pajak, dengan total potongan harga hingga puluhan juta rupiah. Kami juga tidak menjadikan momen ini ­sebagai kesempatan emas untuk meraup keuntungan besar, ­tetapi sebagai momentum agar kita bisa meningkatkan jumlah penjualan serta bagi masyarakat yang ingin beli mobil bisa lebih terjangkau. Ini berlaku untuk semua metode pembelian, baik cash maupun kredit, karena program ini mengikat pada produk dan periode. Bukan mengikat cara pembeliannya,” kata Afifi.
Penghapusan PPn BM sebenarnya sinergi antara pengusaha dengan pemerintah karena pengusaha pun pasti selalu menginginkan produksinya tetap berjalan.
Sementara dari sisi pemerintah berupaya untuk mempertahankan daya beli masyarakat. Jadi PPn BM ini program yang win win solution atau tidak ada yang dirugikan.
Sama sekali tidak ada pihak yang dikorbankan, sebaliknya justru sama-sama menguntungkan, terlebih lagi kepada masyara­kat.
Afifi memperkirakan, bahwa dengan adanya kebijakan ini pertumbuhan penjualan unit mobil Suzuki bisa tumbuh antara 20 hingga 30 persen dibandingkan dengan periode penjualan pada bulan-bulan sebelumnya.
Deal to deal pembelian unit juga diperkirakan akan terlihat di akhir Maret atau awal April.

“Mungkin akhir bulan ini atau awal bulan depan sudah bisa dilihat dampak penjualan kami, karena masyarakat sudah paham apa itu ppn BM dan momennya juga pas jelang Idul Fitri. Jadi perkiraan kami, tingkat konsumsi masyarakat juga akan naik mendekati hari raya, seperti pengen punya mobil baru saat lebaran. Ini waktu yang tepat untuk beli mobil, karena kita bisa mendapatkan mobil baru seharga mobil second,” tandasnya. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed