oleh

Susi Air Diteror, Diancam Dibakar

MANOKWARI – Pesawat Susi Air diteror bila mendarat di Bandara Distrik Merdey Kabupaten Teluk Bintuni. Teror melalui telepon gelap diterima petugas Bandara Merdey, bahwa bila Susi Air mendarat di Merdey akan dibakar dan dipanah.

Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I  Nyoman Cantiasa yang dikonfirmasi Radar Sorong, ­Kamis (14/1) membenarkan teror ancaman pem­bakaran pesawat Susi Air ini. Namun menurutnya, teror ini tak ada hubunganya dengan aksi pembakaran pesawat MAF di Bandara Kampung Pagamba Distrik Mbiandoga Kabupaten Intan Jaya Provinsi Papua. 

PMB OPBJJ-UT Sorong

Teror ancaman pembakaran Susi Air terjadi Senin, 11 Januari 2021.  Peneror menghubungi staf Susi Air sebanyak dua kali, pukul 08.24 WIT dan pukul 09.23 WIT. Akibat teror ini, pihak maskapai Susi Air membatalkan penerbangan saat itu. “Penerbangan Susi Air dari Manokwari ke Merdey, Bintuni, Kaimana menjadi tertunda hari itu akibat adanya penelepon gelap,” kata Pangdam yang ditemui Radar Sorong di sela-sela pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di RSUD Provinsi Papua Barat.

Setelah menerima laporan dari pihak Bandara Merdey, jajaran Koramil Merdey langsung bergerak cepat mencari pelaku teror, sekaligus mengamankan bandara, mengatisipasi hal-hal tak diinginkan. Tak butuh lama, anggota Koramil Merdey mengamankan KA, diduga pelaku.

Pangdam mengatakan, KA telah diserahkan ke polisi untuk diproses hukum. Tindakan teror maskapai penerbangan sebagai tindakan kriminal. “Oh, tidak ada, tidak ada kaitannya. Pelaku teror ini anak-anak, dia iseng saja. Dia telepon ke staf Susi Air. Staf Susi Air di Manokwari ketakutan sehingga membatalkan penerbangan ke Merdey,” kata mantan Danjen Kopassus ini.

TNI khususnya jajaran Kodam XVIII/Kasuari lanjut Cantiasa, terus mensosialisasikan ke masyarakat untuk menciptakan keamanan dan ketertiban. Rasa aman sebagai salah satu modal utama pelaksanaan pembangunan untuk mensejahterakan rakyat. “Kesejahteraan, pembangunan dan situasi aman itu harus sejalan. Tidak bisa kita membangun kalau situasi tidak aman. Apa yang terjadi di (Provinsi) Papua sana, kita berharap tidak terjadi di Papua Barat ini,” imbuhnya. (lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed