oleh

Survei Pemkot, Temukan Tiga Alternatif Jalan

-Metro-754 views

SORONG-Menindak lanjuti keluhan masyarakat yang meminta agar PT Pelindo IV Sorong membuka akses jalan, Rabu (16/10) Pemerintah Kota Sorong bersama PT Pelindo IV Sorong dan masyarakat melakukan survei lapangan.

Setelah mengadakan survei, ditemukan 3 alternatif yakni alternatif pertama adalah jalan yang selama ini dilalui masyarakat yang berada di samping kantor PT Pelindo IV Sorong, alternatif kedua adalah jalan yang sudah pernah dibangun oleh PNPM Mandiri Kota Sorong dan alternatif  ketiga itu direncanakan melalui lewat jalur belakang  di dekat Kantor Pos atau rumah Puncak Bahari.

“Jadi kami sepakat dengan lurah, distrik beserta RT dan RW setelah rapat hari ini mereka akan turun dan berbicara dengan masyarakat dulu. Hasil keputusan tadi dalam rapat ini akan disosialisasikan kepada masyarakat. Dari tiga alternative, tinggal yang mana masyarakat setuju, maka itu yang akan dilaksanakan,” jelas Assisten I Setda Kota Sorong, Rahman S.STP kepada wartawan.

Namun untuk aktifitas sehari-hari masyarakat masih melalui akses jalan sementara yang berada di samping kantor PT Pelindo IV Sorong, dengan catatan tidak menggangu proses pekerja dari PT Pelindo IV Sorong  sambil menunggu akses jalan yang berada di samping Kantor Polsek Kawasan Pelabuhan Kota Sorong dicor. Hal ini mengingat tanah tersebut milik negara yang dikuasakan kepada PT Pelindo IV Sorong sejak tahun 1992 SKB 2 Menteri antara Menteri Perhubungan dan Menteri Dalam Negeri dan masuk dalam daerah kerja dan daerah kepentingan Pelabuhan.

”Jadi semua jalan secara serentak saling mendukung dan masyarakat yang tinggal di belakang PT Pelindo IV Sorong mendukung itu, ada sekitar 100 jiwa yang tinggal di belakang kantor Pelindo IV Sorong,”katanya.

Ditambahkannya, dalam sektor perhubungan, baik darat maupun laut menjadi prioritas di Kota Sorong selaku kota jasa dan perdagangan, ke depan direncanakan sepanjang jalan utama jalan A. Yani mulai dari depan lampu merah kuda laut akan ditutup. Sehingga kawasan tersebut akan menjadi kawasan terbatas yakni kawasan pelabuhan dan masyarakat akan dialihkan melalui Puncak Arfak. 

“Jadi khusus yang punya kepentingan dengan akses Pelabuhan saja yang boleh masuk, selebihnya lewat jalur Puncak Arfak,”tandasnya.

 Sementara itu, General Manager PT. Pelindo IV (Persero) Sorong, Raplin Halid, mengatakan, bahwa lahan tersebut akan digunakan untuk tempat penumpukkan peti kemas. Mengingat selama ini aktifitas bongkar muat di pelabuhan melalui peti kemas yang memang tidak bisa masuk kota karena kondisi kemancetan dan resiko kepadatan lalu lintas.

“Kami membuka lokasi baru yang bernama areal staffing stripping itu mengeluarkan dan memasukkan barang ke dalam peti kemas, jadi barang peti kemas tidak dibawa lagi ke tengah jalan,”terangnya.(juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed