oleh

Sulap Sampah Jadi Rupiah

-Ekonomi-52 views

Mengisi banyaknya waktu luang selama pembatasan aktivitas sosial saat pandemi mungkin bakal lebih menyenangkan jika bisa dijadikan sumber pendapatan.
Misool Baseftin yang selama ini menangani masalah pengelolaan bank sampah se-Sorong Raya membagikan tips bagaimana mengolah sampah menjadi pundi-pundi rupiah.
Hery Yusamandra, pendiri program bank sampah, bersama sekitar 35 orang tenaga kerjanya yang selama ini menjadi pahlawan kebersihan telah berhasil mendapatkan ratusan juta rupiah dari hasil penjualan kerajinan tangan berbahan dasar sampah. Beberapa sampah bekas yang biasanya didaur ulang untuk dijadikan kerajinan tangan bisanya adalah botol beling dan kayu bekas, serta sampah plastik.
Botol beling bekas biasanya dipotong dan dijadikan vas bunga berbagai model. Sampah kayu paling sering diolah menjadi gantungan kunci, pin tempelan kulkas dan aksesoris lainnya.
Sementara sampah plastik bisa dijadikan berbagai macam kerajinan, misalnya tas dari bungkus minuman sachet dan sebagainya.
Tujuan awal Hery mengajak pekerjanya mendaur ulang sampah awalnya hanya agar dapat merubah mindset atau pola pikir masyarakat bahwa sampah itu tidak berguna.
Namun hasil dari kegigihannya tersebut justru malah menjadi pundi-pundi rupiah dan kini menjadi sumber penghasilan bagi pekerjanya.
”Hasil kerajinan tangan biasanya kita jual lagi. Untuk gantungan kunci dan pernak-pernik kecil berbagan dasar kayu kita sudah ada langgann dari resort di Raja Ampat. Vas bunga dari botol beling juga mereka ambil,” ujar Hery.
Namun, lanjutnya, selama pandemi produksi sampah di masyarakat menurun sudah hampir 60%. Hal ini tentu saja menjadi kendala bagi bank sampah dalam mendapatkan bahan baku.
Selain itu, dunia pariwisata yang juga terdampak best dari adanya pandemi covid-19 membuat hampir seluruh pelanggan tetap pembeli handycraft dari Raja Ampat menurun drastis.
”Selam pandemi ini kita bikin produk tapi belum terjual.
Karena resort di Raja Ampat yang bisanya membeli produk kami, mungkin tutup sekarang.
Sehingga kami belum terlalu aktif mengolah sampah kayu untuk saat ini,” bebernya.
Hery berharap, covid-19 segera berlalu sehingga pelanggan tetapnya dari resort kembali mengorder handycraft kepadanya. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed