oleh

Suka-Duka Perawat Ruang Isolasi COVID-19 RSUD Sele Be Solu

Pernah Terpapar COVID, 19 Hari Dirawat 

Lebih dari setahun pandemi COVID-19 mewabah di Indonesia, termasuk di Kota Sorong. Kini, virus COVID-19 telah bermutasi sehingga melahirkan varian-varian baru yang lebih berbahaya, tentunya menjadi tantangan bagi kita semua agar tak terpapar.

Juhra Nasir, Sorong

Di wilayah Kota Sorong, pasien COVID-19 mulai terdeteksi akhir Maret 2020, hingga kini tiga ribuan orang pernah terjangkit virus yang bermula di China ini, sebagian besar diantaranya sembuh, namun puluhan orang tak tertolong. Semua instansi mulai dari Pemerintah, TNI/Polri hingga tenaga kesehatan menjadi garda terdepan dalam penanggulangan dan pelayanan pasien COVID-19 yang semakin hari semakin bertambah. 

PMB OPBJJ-UT Sorong

Hal tersebut juga dirasakan oleh salah satu perawat yang bertugas di Ruang Isolasi COVID-19 RSUD Sele Be Solu Kota Sorong, Faisal A.Md, Kep.

Pemuda kelahiran 26 Maret 1990 yang mengawali karir kesehatannya pada tahun 2010, ditugaskan dan tergabung ke dalam Tim Satgas Penanganan COVID-19 di RS Sele be Solu. Awal kemunculan COVID-19 di Kota Sorong, Faisal dan rekan-rekannya terbagi menjadi 2 tim dengan masa kerja 14 hari dan 14 hari libur. “Tapi sejak bulan Agustus 2020 hingga saat ini sudah tidak seperti itu lagi, kami sekarang kerja penuh 22 hari kerja meskipun ada shif bergantian,” kata Faisal, kemarin.

Di masa pandemic COVID-19, Faisal menjadi perawat yang berbeda dari perawat pada umumnya, lantaran ia ditugaskan sebagai perawat di ruang isolasi pasien positif COVID-19 yang pastinya resiko terpapar COVID-19 sangat tinggi meskipun telah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).  Namun, pekerjaan tersebut ia jalani dengan sebaik-baiknya.

Suatu waktu, ia merasakan bagaimana ‘dahsyatnya’ COVID-19, setelah ia dipastikan positif terpapar COVID. “Saat positif COVID-19, gejala yang saya rasakan sama dengan pasien positif pada umumnya seperti demam, batuk, sesak nafas, badan sakit-sakit. Dan itu parah karena saya sempat mengalami sesak nafas dan dirawat selama 19 hari,” ujarnya.

Ada rasa syukur karena ia dinyatakan sembuh dari COVID-19. Ia dianjurkan untuk beristirahat 1 minggu sebelum melakukan aktifitasnya sebagai perawat yang melayani pasien positif COVID-19 di ruang Isolasi dengan tetap menggunakan APD.   “Setelah dinyatakan negatif COVID-19 dan diberikan waktu istirahat selama 1 minggu, saya kembali lagi melayani pasien seperti biasa. Dan Alhamdulillah hanya sekali positif COVID-19, saya berharap tidak lagi terkena COVID-19. Saat ini, kami selalu memantau 24 jam pasien COVID-19 di ruang isolasi RS Sele be Solu melalui CCTV,” ungkapnya.

Termasuk penyintas COVID-19, Faisal menyarankan masyarakat tetap menjaga kondisi kesehatan, menerapkan protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kumpul-kumpul. Ia mengajak masyarakat mengikuti vaksinasi COVID-19 yang menurutnya sangat penting, karena vaksinasi sendiri memiliki manfaat bagi peningkatan imun tubuh. “Saya juga sudah divaksin 2 kali dan gejala yang saya rasakan hanya mengantuk saja, hingga saat ini kondisi tubuh saya berasa sehat. Vaksinasi menurut saya sangat penting karena vaksin merupakan fasilitas layanan gratis yang disiapkan pemerintah, sehingga mengapa kita tidak manfaatkan sebaik-baiknya,” ucapnya.

Lelaki 30 tahun ini juga memanfaatkan ilmu kesehatan yang ia dapatkan bukan hanya di RS, melainkan ia gunakan juga di salah satu lembaga sosial bernama Sedekah Rombongan, khususnya pendampingan pasien dari kalangan kaum dhuafa. “Kami sudah berdiri sejak tahun 2014. Kami memang targetkan kaum duafa dan orang tidak mampu, bahkan kamipun melakukan pendampingan pasien hingga sembuh,”ujarnya.

Meskipun di masa pandemic COVID-19 ini, Sedekah Rombongan tetap mendapatkan donasi lantaran mereka memanfaatkan media sosial. Keinginannya terjun dalam kegiatan sosial tersebut karena ia memiliki rasa ingin tahu bagaimana tuntutan sosial masyarakat di lingkungannya. “Selagi saya masih muda dan masih bergerak, saya ingin membantu sesama bagi mereka yang membutuhkan kami,” tuturnya. (***)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed