oleh

Stok Aman, Gudang Bulog Simpan 2.000 Ton Beras

-Ekonomi-35 views

Gonjang-ganjing kabar kemungkinan gagal panen yang akan dialami beberapa daerah di Jawa barat nampaknya tak bakal menggoyahkan kestabilan pangan beberapa daerah di Sorong Raya. Pasalnya Gudang Bulog Sub Drive mendtangkan stok bukan dari Jawa barat, melainkan dari Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.
”Sorong kan stoknya dari Jatim dan Sulsel, jadi kalo Jabar krisis insyaallah ngga pengaruh,” ujar Pimpinan Cabang Bulog Sub Drive Sorong, Rendy ­Ardiansyah.
Dikatakan Rendy, saat ini daerah Sulsel justru sedang masuk masa panen raya. ­­­Bahkan ­harga beras di Sulsel juga sedang turun. Kendati demikian, suplai dari Merauke juga disiapkan sebagai surplus satu-satunya di Papua.
”Ini sebagai alternatif ­cadangan kalau di dua daerah tersebut (Jatim dan Sulsel) seret atau gagal panen. Jadi secara ­otomatis kita di Sorong masih sangat aman,” kata dia.
Saat ini stok beras di gudang Bulog sendiri masih di kisaran 2000 ton. Jumlah ini disiapkan bakal mampu memenuhi kebutuhan pangan hingga dua bulan ke depan untuk empat wilayah, yakni Kota dan Kabupaten Sorong, Raja Ampat dan Tambrauw. Sementara untuk derah Sorsel juga ada gudang Bulog disana dengan stok yang masih aman.
Rendy mengatakan, permintaan beras Bulog di masyarakat saat ini juga masih cenderung stabil, tidak seperti pada awal-awal corona dan tidak sampai terjadi panic buying. Bulog juga memantau beberapa ritel besar seperti Bone Indah.
Terlihat ritel tersebut juga ikut mendatangkan beras sendiri dari Sulsel, namun masih dalam jumlah yang wajar. Bulog juga berencana akan kembali mendatangkan 2000 ton beras lagi sebagai cadangan di gudang.
”Nanti kita datangkan ­dari dua daerah tersebut, presentasenya 50 + 50. Jadi 1000 ton dari Jatim, 1000 ton lagi dari Sulsel,” tuntasnya. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed