oleh

Status Siaga, PLN Butuh Suplai BBG

-Metro-86 views

SORONG – PT PLN Unit Pelaksana 3 (UP3) Sorong membutuhkan pasokan bahan bakar gas (BBG) cadangan guna mengantisipasi kebutuhan kelistrikan di Sorong. Usai terjadi blackout baru-baru ini, PLN mengabarkan bahwa salah satu dari lima mesin pembangkit yang ada di PLTMG sedang mengalami trouble. Sementara cadangan daya listrik yang free saat ini hanya sekitar 2 MW saja.

  Selama ini, BBG PLN disuplai oleh PT MAX Power Indonesia sebagai pihak yang memproduksi gas menjadi listrik untuk disuplai kepada PLN melalui anak perusahaannya, yakni Indonesia Power. Sementara, PT MAX Power Indonesia juga mengalami keterbatasan stok BBG. Saat ini, PT MAX Power Indonesia dan PLN UP3 Sorong berharap PT Malamoi Olom Wobok (MOW) sebagai perusahaan daerah (perusda) bisa menjadi penopang ketersediaan cadangan BBG.

  Berdasarkan hasil pertemuan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi C  DPRD Kabupaten Sorong, Jumat (16/7), yang membahas rencana pembelian gas dari PT MAX Power Indonesia kepada PT MOW sebagai perusda yang menjual gas, masih nihil. Pertemuan yang berlangsung hampir 6 jam tersebut cukup alot dan belum membuahkan titik temu.

  “Kita dari PT MAX Power Indonesia ingin membeli gas dari PT MOW. Namun menurut penjelasan Direktur Bisnis PT MOW, Muh. Said Noer bahwa,  PT MOW hanya mendapat jatah dari Petrogas sebesar 8 MMBTU. Dan stok sebesar 8 MMBTW tersebut telah dibeli oleh PT Indonesia Power dan kontraknya sudah berjalan,” terang salah satu tim kerja PT MAX Power Indonesia, Raymond Karubaba.

  Raymond mengatakan, pihaknya sudah memaparkan dengan padat jelas melalui tim teknis terkait kebutuhan BBG bagi PLN. Ia menjelaskan, walaupun kondisi blackout yang terjadi beberapa waktu lalu bukan karena faktor stok listriknya, namun tetap saja saat ini kondisi ketersediaan pasokan listrik dalam status siaga. Sehingga butuh cadangan untuk mengantisipasi hal tersebut.

  “Memang benar kondisi blackout kemarin bukan dipengaruhi oleh ketersedian stok listriknya, namun karena faktor eksternal karena ada jaringan yang rusak. Namun tetap saja untuk stok listrik PLN saat ini dalam kondisi siaga, dan butuh cadangan. Hal ini untuk menjaga jika satu mesin dari empat mesin PT Indonesia Power yang saat ini diperbaiki maka akan cukup mengganggu,” bebernya.

  Direncanakan DPR akan memanggil Petrogas untuk menanyakan langsung apakah memang benar stok yang diberikan kepada PT MOW sudah tidak bisa ditambahkan lagi, seperti penyampaian PT MOW kepada PT MAX Power Indonesia dan PLN. Raymond berharap, agar apa yang menjadi kebutuhan PLN terkait ketersediaan BBG dapat terpenuhi.

  “Karena kami adalah pihak yang membeli gas untuk diproduksi menjadi listrik untuk suplai ke PLN, maka PLN juga berharap kami bisa membantu. Sementara kami pun belum mendapatkan kepastian dari PT MOW, karena mereka juga membeli dari Petrogas. Kita berharap Petrogas perusahaan penghasil gas yang beroperasi di Sorong, dengan sumber daya yang juga dari Sorong, saya pikir ini hal mudah jika kuotanya ditambahkan. Saya harap hal ini bisa diwujudkan, karena ini adalah kebutuhan seluruh masyarakat Sorong. Mudah-mudahan cepat Petrogas bisa menambah kuota pembelian dari PT MOW, sehingga kita juga bisa membeli dari PT MOW,” pungkasnya. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed