oleh

Sosialisasi Studi to China – Taiwan di  Sorong

-Metro-1.483 views

SORONG – Indonesia Tionghoa Culture Centre kemarin (21/1) memberikan sosialisasi program Studi to China dan Taiwan di SMA Averos Kota Sorong dan SMK Negeri 1 Kota Sorong. Puluhan  siswa mulai dari kelas XII mengikuti acara tersebut hingga selesai. Lembaga pendidikan yang didirikan oleh Dahlan Iskan itu telah banyak memberangkatkan siswa perbatasan dari Nunukan hingga Papua. 

  Muhammad Taajuddin Muslim selaku education consultant menerangkan kepada siswa bahwa belajar ke luar negeri bukanlah hal yang sulit seperti dibayangkan. Beasiswa dari pemerintah Tiongkok banyak diberikan untuk siswa dari Indonesia tidak ada syarat khusus, asalkan siswa mau mengikuti pembekalan Bahasa Mandarin selama 10 bulan di Surabaya. 

   Ada kurang lebih 100 jurusan yang bisa mereka ambil. Selain beasiswa yang diberikan pemerintah Tiongkok ada juga program mandiri kedokteran dengan biaya yang sangat terjangkau dan sangat banyak diminati siswa seluruh Indonesia baik dari Papua, Kalimantan, Sulawesi dan Pulau Jawa sendiri. Tidak perlu khawatir tentang lulusan kelak.  Karena pemerintah Indonesia telah mengeluarkan aturan kelulusan kedokteran umum dan gigi luar negeri untuk penyetaraan. 

   SMA Averos sendiri telah banyak mengirimkan siswanya untuk belajar kedokteran di China. Drs. Imam Wahyudi selaku Kepala Sekolah SMA Averos berpesan kepada siswa didiknya untuk mencari Ilmu setinggi mungkin agar menjadi generasi yang kuat dan pulang untuk mengabdikan diri di Indonesia. Selain itu program yang sangat diminati adalah kuliah kerja di Taiwan. Banyak program yang aplikatif diberikan beberapa universitas di Taiwan. Mahasiswa tak perlu repot mencari kerja. Karena universitas akan membantu siswa dalam menemukan partime work selepas kuliah. Program ini sangat mendukung dengan keilmuan yang mahasiswa Indonesia pelajari karena sangat aplikatif bisa langsung praktik dengan perusahaan lokal Taiwan. Sehingga bahasa Mandarin mahasiswa sangat maju pesat dan yang menarik lagi setelah lulus dari Taiwan, universitas tidak melepas lulusannya begitu saja. Universitas akan membantu mencarikaan kerja di perusahaan Taiwan yang ada di Indonesia, sehingga lulusan dari Taiwan tidak perlu menganggur lama setelah kuliah karena pasti lulusan tersebut sangat dibutuhkan tenaganya ketika lulus kelak. Dan ini juga menepis isu yang terjadi di masyarakat bahwa sekarang banyak pengangguran sulit cari kerja. Dengan berbekal bahasa Mandarin di jaman sekarang pekerjaan mengejar-ngejar kita. Banyak mahasiswa Indonesia lulusan China maupun Taiwan masuk ke perusahaan strategis kerjasama Pemerintah Indonesia dan China seperti proyek pertambangan, Technology informasi, Jalan raya power plant. Dan gaji mereka sangat tinggi karena memiliki skill kemampuan bahasa asing khususnya bahasa Mandarin.(***)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed