oleh

Sosialisasi Soal Vaksin Covid harus Tuntas

-Metro-131 views

SORONG – Meskipun vaksinasi di wilayah Kota Sorong terus dilaksanakan dari berbagai instansi yakni Pemerintah daerah hingga TNI/Polri. Nyatanya, masih jauh dari target yang diharapkan, lantaran masih banyak warga Kota Sorong yang masih belum mau divaksin. Hal tersebut lantaran kurangnya edukasi maupun sosialisasi dari Dinas Kesehatan Kota Sorong, demikian disampaikan Ketua Komisi 1 DPRD Kota Sorong, M. Taslim, Rabu (28/7).

Menurut politisi asal Partai Keadilan Sejahtera tersebut, beberapa waktu lalu ia telah melakukan pertemuan dengan Dinas Kesehatan Kota Sorong mempertanyakan kenapa hingga saat ini masyarakat masih protes bahkan tidak menginginkan di vaksin padahal vaksin tersebut merupakan program pemerintah dan gratis yang bertujuan untuk melindungi kesehatan masayarakat dari wabah Covid-19.

PMB OPBJJ-UT Sorong

“Artinya, ada penjelasan yang tidak sempurna sampai ke masyarakat bahkan masyarakat mungkin terpengaruh dengan berita yang beredar di media sosial. Oleh karena itu, kami menekankan kepada Dinkes Kota Sorong untuk menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat terkait manfaat vaksin dan cara kerja vaksin,”jelasnya kepada Radar Sorong, kemarin.

Dikatakan Taslim, ia pun sudah menanyakan terkait proses vaksinasi ke dokter, dimana dalam penjelasan dokter, bahwasanya masyarakat yang baru divaksin, imun tubuhnya akan turun selama 2 minggu. Menurunnya imun tubuh tersebut menandakan bahwa vaksin tersebut sedang bekerja, nanti, usai 2 minggu imun tubuh akan kembali normal.

“Saya banyak konsultasi dengan dokter kalau vaksin memang begitu kerjanya, jadi bukan karena di vaksin orang langsung sehat, tidak. Justru setelah di vaksin itu imun melemah karena vaksin bekerja, sehingga nanti setelah vaksin kedua baru bisa stabil,”ujarnya.

Setelah di vaksin pertama, penerima vaksin jangan bekerja terlalu maksimal karena cara kerja vaksin pertama ini adalah turunnya imun tubuh. Ada beberapa masyarakat yang tidak mendapatkan pengetahuan tersebut, ketika selesai di vaksin langsung bekerja seperti biasa karena tuntutan ekonomi, ditambah lagi jika adanya penyakit  bawaan, kekurangan oksigen dan cuaca yang berubah-ubah sehingga banyak yang meninggal.

“Seharusnya Dinas Kesehatan didampingi oleh dokter  membuat konferece pers untuk mensosialisasikan kepada masyarakat. Kasihan, TNI Polri dan puskesmas mengadakan vaksin gratis namun animo masyarakat tidak maksimal. Selain itu banyaknya permintaan oksigen di rumah sakit juga kewalahan bukan kurang,”ungkapnya.

Selaku Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, ia sudah menjalankan fungsi sebagai pengawasan dengan menyampaikan sarannya. Selain itu, terkait vaksin yang menjadi salah satu syarat kepengurusan administrasi keberangkatan maupun hal lainnya, Taslim mengatakan hal tersebut adalah cara Pemerintah untuk melaksanakan vaksinasi terhadap masyarakat dalam waktu yang ditentukan.

“Jadi bukan paksaan tetapi ini cara pemerintah supaya masyarakat mau vaksin, paling tidak 80 persen masyarakat Indonesia telah tervaksin. Karena, sama halnya di Negara luar seperti Amerika maupun Eropa, sudah menganggap Covid-19 ini seperti penyakit biasa,”ungkapnya seraya menambahkan masyarakat harus disadarkan untuk vaksin agar pemulihan ekonomi cepat terlaksana.(juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed