oleh

Sorong Modern City akan Dibangun, Konsultasi Publik Digelar

-Metro-101 views

SORONG-Konsultasi Publik Rencana Kegiatan Pembangunan Kawasan Sorong Modern City (SMC) digelar di Salah satu hotel di Kota Sorong, Selasa (16/2).

“Tujuan konsultasi publik ini dilaksanakan adalah untuk menjelaskan kepada warga masyarakat yang berada di Kelurahan Kampung Baru dan Kelurahan Klasur untuk melihat master plan dan mendengar penyampaian dari pemrakarsa terkait rencana kegiatan pembangunan SMC. Selain itu bagi pemrakarsa untuk mendengar apa saja saran masukan warga terkait rencana kegiatan pembangunan SMC,” kata Ketua Komisi Amdal Kota Sorong Julian Kelly Kambu,ST, MSi kepada Radar Sorong, Selasa (16/2).

Dikatakannya, kegiatan Konsultasi Publik ini dilakukan dengan mengacu kepada UU 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan LH. PP 27/2012 tentang Izin Lingkungan. PP 24/2018 tentang Izin berusaha terintegrasi secara online. Permen LHK 26/2018 tentang Proses & Tahapan Amdal melalui izin berusaha  terintegrasi secara online. Dan Permen LH 17/2012 tentang Partisipasi/Keterlibatan Masyarakat dalam Amdal. 

“Adapun saran masukan warga terkait rencana kegiatan pembangunan SMC antara lain adalah Pengelolaan sampah, drainase, tenaga kerja, penataan ruang terbuka hijau dengan fungsi budaya dan keterlibatan pengusaha lokal,” ujarnya.

Lanjutnya, Sesuai ketentuan, maka semua saran masukan ini ditampung oleh konsultan untuk dikaji lebih lanjut dampak sosial, dampak lingkungan, dampak ekonomi, dampak lalulintas dan dampak kesehatan masyarakat.

Kemudian, Kelly juga mengatakan bahwa tim konsultan akan melakukan beberapa metode analisa dampak  untuk memberikan saran tindak lanjut dan atau rekomendasi untuk dilaksanakan oleh pihak pemrakarsa tetapi juga beberapa saran tindak lanjut yang dapat dilakukan oleh pemkot. 

Lanjutnya, Hasil konsultasi publik hari ini juga telah memutuskan keterwakilan 2 (dua) warga masyarakat untuk mengawal aspirasi yang disampaikan pada saat konsultasi publik pada tahapan pembahasan Kerangka Acuan (KA) &  Sidang Komisi Amdal. 

Dia menambahkan bahwa Proses dan tahapan kajian Amdal ini akan dilakukan kurang lebih sekitar 3 bulan. Setelah dilakukan tahapan kajian, lalu dibawakan dalam Sidang Komisi Amdal. Dalam Sidang Komisi Amdal untuk pengambilan keputusan layak atau tidak layak berdasarkan berbagai pertimbangan dan ketentuan yang berlaku. 

“Setelah dinyatakan layak, barulah diberikan rekomendasi untuk diterbitkan ijin lingkungan dari Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu,” jelasnya.

Lanjutnya, Berdasarkan ijin lingkungan yang ada, maka diterbitkanlah ijin mendirikan bangunan. Ijin lingkungan diberikan setelah pemrakarsa mendapatkan ijin lokasi. “Prosedur mendapatkan ijin dimulai dari ijin lokasi, ijin lingkungan dan ijin mendirikan bangunan,” katanya.

Dia juga menambahkan bahwa Luas kawasan reklamasi 197.817 m². Lahan fasilitas umum 54.983 m² (27,79%). “Lahan fasilitas umum ini akan digunakan untuk penataan taman, ruang terbuka hijau, parkiran, joging truck, pedagang kaki lima,” pungkasnya.(zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed