oleh

SMAN 2 akan Terapkan Prokes Ketat

-Metro-56 views

SORONG – Menyusul beberapa sekolah di Kabupaten Sorong yang telah melaksanakan pembelajaran tatap muka, demikian halnya dengan SMAN 2 Kabupaten Sorong juga akan melaksanakan pembelajaran dengan metode yang sama, mulai pekan depan. Kepala SMAN 2 Kabupaten Sorong Marthinus Thomas Serio, S.Pd, MM mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan beberapa persiapan guna menerapkan kebijakan pembelajaran tatap muka tersebut.

“Kebijakan ini buka kebijakan yang dengan mudah bisa kami terapkan tanpa pertimbangan yang matang, karena ini terlalu berisiko. Oleh karenanya kami benar-benar harus menyiapkan segala sesuatunya dengan maksimal,” ujar Kepsek.

Beberapa persiapan yang dilakukan menyambut terlaksananya pembelajaran tatap muka di SMAN 2 Kabupaten Sorong yakni melakukan rapid antigen bagi hampir seluruh dewan guru dan pegawai administrasi, sterilisasi ruang belajar dan seluruh fasilitas di lingkungan sekolah, serta menyediakan segala fasilitas pendukung penerpan prokes seperti menyediakan alat pendeteksi suhu, fasilitas cuci tangan dan hand sanitizer.

“Rapid antigen dilakukan kepada semua guru, pegawai tata usaha sekolah maupun pengurus sekolah dengan jumlah total hampir 70 orang. Puji Tuhan, hasil tes tersebut sangat baik dan seluruhnya dinyatakan negatif dari paparan Covid-19. Untuk sterilisasi ruang belajar, kami juga sudah menyurat kepada pemprov untuk penyemprotan disinfektan, lalu perlengkapan lain seperti thermogun, tempat cuci tangan dan hand sanitizer juga akan kami siapkan,” terangnya.

Teknis pembelajaran tatap muka yang akan dilaksanakan di SMAN 2 Kabupaten Sorong nantinya juga akan dijalankan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan dari Kemendikbud.

“Salah satu yang diprioritaskan untuk mengikuti pembelajaran tatap muka ini adalah kelas XII, sebab mereka memang sedang dipersiapkan menghadapi ujian. Namun bukan berarti kami mengabaikan kelas Xdan kelas XI, mereka semua juga tetap memiliki hak yang sama dan berhak untuk dibimbing. Saat ini total kami memiliki 24 rombongan belajar (rombel) dari siswa kelas X hingga kelas XII. Kita juga sangat ingin menjawab pertanyaan banyak pihak yang sudah menginginkan sekolah menerapkan pembelajaran tatap muka, namun kita butuhnya mekanisme yang sangat baik untuk melaksanakan kebijakan ini,” tandasnya. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed