oleh

Siswi SD Ditemukan Tewas di Pantai

KAIMANA – Warga kompleks Bantemi Kota Kaimana dihebohkan dengan ditemukannya sesosok mayat berjenis kelamin perempuan sekitar pukul 09.10 WIT di pesisir Pantai Bantemi Kota Kaimana, Senin (31/5). Sesosok mayat perempuan tersebut belakangan diketahui, tenyata adalah AG (12) siswi SD YPPK St Fransiskus Kaimana (SD Misi).

 Aparat Kepolisian Polres Kaimana yang menerima laporan, langsung diterjunkan ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Penyidik Satuan Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Kaimana, langsung melakukan tindakan kepolisian dengan identifikasi terhadap korban, mengumpulkan data dan keterangan dari para saksi mata di lokasi kejadian. 

PMB OPBJJ-UT Sorong

 Usai melakukan identifikasi, jasad korban akhirnya dievakuasi menuju RSUD Kaimana untuk dilakukan visum et repartum terkait dengan kasus tersebut. “Dari keterangan pihak keluarga, diperoleh data bahwa korban berinisial AG umur 12 tahun dan duduk di bangku kelas V SD YPPK Misi Kaimana. Saat ini, pihak keluarga korban sudah mengambil korban di kamar mayat dan disemayamkan di rumah duka, di Jalan Diponegoro Kaimana,” jelas Kapolres Kaimana melalui Kasat Reskrim Iptu Seno Hartono Hadinoto, kepada wartawan di Kaimana, Senin (31/5). 

 Kasat Reskrim juga menjelaskan, terkait kronologis penemuan mayat siswi SD ini, bahwa awal kejadian ditemukannya korban bermula dari, salah seorang saksi mata yang pertama kali melihat kejadian itu, sedang berjalan di pinggir Pantai Bantemi.

Saat berjalan, saksi melihat ada seorang yang tergeletak di bawah talud. Kondisi pesisir pantai tinggi, menyebabkan korban tidak bisa dilihat secara langsung dari jalan raya. Karena itu, saksi pun langsung memanggil beberapa warga yang saat itu berada di sekitar. Pada saat yang sama, Kepala Pos Polisi (Kapospol) Pasar Krooy, Aiptu Syam Aropa sedang mengendari kendaraannya dan melewati kerumunan warga. 

 “Kejadian tersebut, akhirnya dilaporkan Aiptu Syam Aropa ke Polres dan langsung diambil tindakan kepolisian. Memang, setelah dilakukan visum et repartum, tidak ditemukan adanya tanda-tanda tindakan kekerasan di tubuh korban. Dari keterangan dokter jaga di RSUD Kaimana, korban diperkirakan meninggal sekitar pukul 02.00 atau 03.00 dini hari WIT,” ungkapnya. 

 Hingga saat ini, polisi masih terus melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait dengan kasus meninggalnya korban. (fat)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed