oleh

Sidak PPKM, Pelaku Usaha Patuh

 Wali Kota Apresiasi Ketaatan Masyarakat Kota Sorong

SORONG– Pemerintah Kota Sorong dan jajaran TNI Polri sangat serius dalam mengawasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro di Kota Sorong.

PMB OPBJJ-UT Sorong

  Guna memastikan apakah masyarakat menerapkan Surat Edaran Wali Kota Sorong nomor 443/552 tentang PPKM berbasis mikro tersebut, Jumat pagi (9/7), Wali Kota Sorong, Drs.Ec.Lambert Jitmau,MM menggelar dan memimpin Apel bersama Tim Penegakan PPKM di Lapangan Apel Kantor Wali Kota Sorong, kemudian melepas Tim Penegakan PPKM di Mapolresta Sorong selanjutnya melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke beberapa lokasi.

 Dalam sidak Jumat (9/7) malam, sekitar pukul 20.00 WIT, Wali Kota Lambert Jitmau didampingi Komandan Kodim  (Dandim) 1802/ Sorong, Letkol Inf Budiman dan Waka Polres Sorong Kota Kompol Eko Yusmiarto meninjau beberapa tempat usaha (Supermarket). 

 Pantauan Koran ini yang turut serta dalam sidak tadi malam, Ramayana hingga Saga Supermarket mematuhi PPKM tutup sebelum  pukul 20.00 WIT (sesuai SE Wali Kota).  

 Kemudian wali kota yang juga selaku Ketua Tim Satgas Covid-19 Kota Sorong beserta Tim Penegakan terdiri dari Satpol PP, TNI/Polri melakukan sidak ke tembok tempat makan seafood yaitu rumah makan yang berjejeran sepanjang tembok berlin. 

 Dalam sidak tersebut, Wali Kota sambil memberikan imbauan kepada para pelaku usaha warung agar tutup pukul 22.00 WIT, menjaga jarak dan mengatur meja makan hanya untuk 2 orang saja.

 “Terima kasih kepada TNI/Polri yang sudah mendampingi saya. Saya ucapkan terima kasih. Kerja sama kita, niat baik kita ke mall dan supermarket, sebelum kita datang mereka sudah tutup lebih awal dari waktu yang telah ditentukan, berarti warga Kota Sorong memang luar biasa, cerdas, hebat di tanah ini. Pertahankan terus, hari ini meningkat, 2-3 hari lagi sembuh meningkat agar masyarakat kembali beraktivitas seperti biasa,” tandas Wali Kota Lambert Jitmau.

 Dari pantauan Radar Sorong bahwa dari sekian warung makan yang buka, mereka menaati prokes dengan SE wali kota, dimana ada yang bungkus makanan dan langsung pulang. Sementara yang makan di tempat hanya 2 sampai 5 orang saja serta duduk dengan menjaga jarak. 

  Sementara di salah satu  warung makan didapati ada pengunjung yang makan duduk tidak menjaga jarak sehingga wali kota dengan nada sopan menegur untuk mengimbau agar duduk menjaga jarak demi kesehatan bersama. Pengunjung pun dan pemilik warung makan dengan senyuman menerima himbauan dan bergegas duduk menjaga jarak. 

Wali kota yang juga ketua satgas, memasuki satu persatu rumah makan hingga tak ada satu rumah makan yang terlewatkan. Ia dengan semangat mengimbau pemilik rumah makan dan pengunjung atau masyarakat yang sedang menikmati hidangan di meja makan atau sedang menunggu pesanan mamakan mereka.

“Untuk warung makan satu meja cukup 2 atau 3 orang dengan menjaga jarak. Kalau yang di warung kecil (warung remang-remang yang menjual gorengan, sarabba) untuk satu meja cukup 2 kursi. Bapak/ibu pemilik warung harus taati surat edaran, begitu juga masayarakat agar kita semua terhindar dari Covid-19. Terima kasih selamat makan semua (ucapan kepada masyarakat yang sedang makan),” katanya.

Virus Tidak Pandang  Bulu

 Dandim 1802 /Sorong, Letkol Inf Budiman menyampaikan pihaknya mengerahkan 50 personel untuk membantu mengawasi pembatasan kegiatan tempat usaha. Sementara itu, sambung Dandim 1802 Sorong sekitar 300 personel Kodim disiapkan untuk siaga di Pos Kodim 1802 Sorong.

“Untuk personel dari Batalyon juga kurang lebih ada 1000 personel yang siap, Yon Zipur Sorong 300 personel. Belum lagi dari Pasmar 3. Kami siap memback up kegiatan ini,”tuturnya.

 Diakui Dandim 1802 Sorong, berdasarkan informasi Kota Sorong akan melaksanakan PPKM darurat namun masih menunggu keputusan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

 Sementara Waka Polres Sorong Kota Kompol Eko Yusmiarto mengatakan kegiatan pengawasan pembatasan kegiatan sosial kemasyarakat maupun tempat usaha  di wilayah Kota Sorong melibatkan semua unsur, baik pemerintahan, TNI dan Polri hingga Kejaksaan Negeri Sorong. Dengan total personel yang diturunkan berjumlah 78 personel gabungan diantaranya anggota Polres Sorong Kota, Kodim 1802 Sorong, Pasmar 3, Satpol PP hingga Tim Satgas penanggulangan COVID-19.

“Sudah kami saksikan bersama-sama, tempat-tempat usaha tertib dan kami harapkan akan seperti ini. Kemudian, kegiatan ini akan kami laksanakan setiap malamnya bersama Tim Yustisti. Kami juga melaksanakan sosialisasi, dan akan ada teguran baik secara lisan maupun tertulis terhadap tempat-tempat usaha yang tidak mematuhi surat edaran,”pungkasnya.

 Sementara itu dalam apel pagi yang dipimpin Wali Kota Sorong,Lambert Jitma  bertujuan mengarahkan tim yang turun. Dan pukul 19. 00 WIT upacara pelepasan tim yang turun ke lokasi-lokasi yang sudah ditentukan.

 “Masyarakat itu harus mengikuti protokoler kesehatan. Instruksi secara berjenjang, dari pusat, provinsi, kabupaten/kota. Yang kami sampaikan ini demi untuk kepentingan masyarakat itu sendiri dan kami juga secara pribadi. Virus ini datang tidak pandang bulu, bilang kau wali kota kah, kau wartawan kah, tidak!. Semua pukul rata, kesehatan masyarakat semua pukul rata untuk kita masing-masing jaga diri. Perhatikan protokol kesehatan, karena itu tujuan baik untuk masyarakat termasuk saya sendiri dan wartawan semua,” sambungnya.

 Dalam Apel bersama Tim penegakan PPKM, dihadiri Forkopimda. Kemudian yang terbagung dalam tim penegakan PPKM berbasis Mikro melibatkan Satpol PP, dan TNI/Polri.(juh/zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed