oleh

Setujui 7 Calon DOB se-Papua Barat

SORONG – Selain memberikan rekomendasi dukungan persetujuan pembentukan calon daerah otonom baru (DOB) Kabupaten Maybrat Sau di Kabupaten Maybrat, Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Barat (MRP PB) juga memberikan rekomendasi yang sama kepada 6 calon COB kabupaten-kota di wilayah Papua Barat.

Ketua Pokja Adat MRP PB, Samuel Kambuaya,S.Sos kepada Radar Sorong mengatakan, keputusan menyetujui usulan pembentukan DOB di wilayah adat wilayah adat Doberai-Domberai, diambil berdasarkan hasil pleno internal MRPB tanggal 21 April lalu di kantor MRP PB. Selain calon DOB Maybrat Sau, 6 calon DOB kabupaten-kota yang mendapat rekomendasi MRP PB yakni DOB Moskona di Kabupaten Teluk Bintuni, DOB Malamoi di Kabupaten Sorong, DOB Raja Ampat Utara di Kabupaten Raja Ampat, DOB Kokas di Kabupaten Fakfak dan DOB Manokwari Barat dan calon DOB Kota Manokwari.

Ditanyai mengenai rekomendasi MRP terkait usulan pembentukan calon DOB Provinsi Papua Barat Daya (PBD) yang akan beribukota di Kota Sorong, Samuel Kambuaya mengatakan bahwa untuk sementara MRP PB belum memikirkan untuk mengeluarkan atau memberi dukungan rekomendasi terhadap usulan pembentukan calon DOB Provinsi Papua Barat Daya. “Papua Barat Daya untuk sementara kita belum masuk ke ranah itu,” katanya.

Dikatakannya, calon  DOB kabupaten-kota yang mendapat persetujuan MPR PB karena secara teknis syarat administrasi dan fisik kewilayahan telah terpenuhi. Walau demikian, terhadap calon DOB kabupaten-kota yang cakupan wilayah bawahannya belum mendapat persetujuan, tetap akan diperjuangkan sepanjang dokumen usulan calon DOB-nya dinyatakan lengkap.

Menurut Samuel Kambuaya, MRP PB saat ini masih fokus memperhatikan setiap usulan aspirasi masyarakat terkait usulan pembentukan calon DOB kabupaten-kota di wilayah adat Doberai-Domberai. Ia mengingatkan kepada masyarakat dan pemerintah daerah yang telah memperjuangkan aspirasi pembentukan calon DOB di wilayah adat masing-masing, agar sama-sama memberikan dukungan doa dan anggaran guna mewujudkan DOB yang diperjuangkan. (ris) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed