oleh

Serapan Belanja APBN Capai Rp 2,65T

-Ekonomi-24 views

Penyerapan belanja APBN di wilayah pembayaran Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Sorong sampai dengan akhir September 2020 (triwulan ketiga) telah mencapai Rp 2,65 triliun atau 69,87 persen dari total pagu sebesar Rp 3,79 triliun. Angka ini didapatkan berdasarkan data Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (OM SPAN).

Sesuai arahan Presiden Jokowi, realisasi belanja pemerintah di tengah krisis covid-19 menjadi kunci penggerak stimulus ekonomi. Keberhasilan stimulus tersebut sangat ditentukan pada keberhasilan penyerapan anggaran pada triwulan ke tiga tahun 2020 diatas.

Kepala KPPN Sorong, Juanda mengungkapkan, bahwa capaian realisasi tersebut berada di atas capaian target triwulan ke tiga yakni 60 persen. “Artinya kinerja penyerapan anggaran ditengah penanganan Covid-19 pada satuan kerja (satker) maupun pemda se-Sorong Raya telah bekerja baik guna mendongkrak realisasi belanja pemerintah,” ujarnya.

Juanda, merincikan realisasi belanja tersebut yang terdiri dari realisasi belanja pemerintah pusat untuk kantor vertikal di daerah sebesar Rp 1,45 triliun atau 61,30 persen dari pagu sebesar Rp 2,37 triliun. Sedangkan realisasi belanja transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp 1,2 triliun atau 84,39 persen dari pagu sebesar Rp 1,42 triliun.

Kepala Seksi Pencairan Dana KPPN Sorong, Edi Yuliana Putra memaparkan lebih detail dari realisasi belanja pemerintah pusat tersebut terdiri dari empat jenis belanja. Pertama, realisasi belanja pegawai mencapai sebesar Rp 680,13 miliar atau 69,45 persen dari pagu sebesar Rp 979,24 miliar. Kedua, realisasi belanja barang telah mencapai sebesar Rp 485,57 miliar atau 57,01 persen dari total pagu sebesar Rp 851,76 miliar. Ketiga, realisasi belanja modal mencapai Rp 283,08 miliar atau 52,57 persen dari total pagu sebesar Rp 538,49 miliar. Terakhir, realisasi belanja bantuan sosial mencapai sebesar Rp 3,41 miliar atau 81,8 persen dari pagu sebesar Rp 4,17 miliar.

“Selain dari belanja pemerintah pusat, realisasi belanja transfer ke daerah yang terdiri dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik sebesar Rp 644,17 miliar atau 97,85 persen dari total pagu sebesar Rp 658,33 miliar. Sementara realisasi dana desa telah mencapai Rp 555,62 miliar atau Rp 72,79 persen dari pagu Rp 763,37 miliar,” imbuh Edi.

Juanda berharap, dengan capaian kinerja realisasi belanja tersebut mampu memberi andil dalam menggerakan perekonomian masyarakat demi kelangsungan kehidupan rakyat secara khusus di Sorong Raya di masa pandemi saat ini. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed