oleh

Sepi Pembeli, Pedagang Protes Lurah

SORONG – Puluhan Pedagang Pasar Boswesen, Senin (6/7) melakukan aksi protes terhadap Lurah setempat. Aksi protes dikarenakan pedagang yang berada di dalam Pasar Boswesen sepi pembeli lantaran banyaknya pedagang yang berjualan di luar Pasar Boswesen.

Salah satu pedagang, Meri menginginkan agar semua alur masuk pedagang maupun pembeli hanya melalui satu pintu yang sudah ditentukan oleh pemerintah, namun nyatanya ada pedagang lainnya yang berjualan di luar Pasar Boswesen. Akibatnya, pembeli hanya berbelanja di luar, tidak masuk ke dalam pasar sehingga berdampak pada minimnya pendapatan pedagang yang ada di dalam Pasar Boswesen.

“Kami menginginkan agar semua alur masuk pembeli melalui satu pintu yang sudah ditentukan, dan pedagang yang ada di luar Pasar Boswesen harus dimasukkan ke dalam.  Semua pedagang harus masuk ke dalam supaya satu pintu dan semua pembeli masuk belanja di dalam. Kalau sudah dibagi petak begini, belum tentu orang masuk belanja di dalam,” katanya kepada wartawan, kemarin.  Meri mengaku selama berjualan mulai dari pagi hingga sore hari, dirinya dan teman-teman pedagang lainnya tidak mendapatkan pemasukan, barang dagangannya pun tidak terjual satupun.

Lurah Rufei, Ignatius R. Frieder,S.IP mengatakan, para pedagang mengajukan 2 permintaan kepada pemerintah, diantaranya para pedagang yang berada di depan jalan utama harus masuk ke dalam pasar kemudian mobil barang harus diizinkan masuk ke dalam pasar, mengingat belum adanya gerobak yang keluar masuk pasar.  

“Permintaan untuk memasukkan pedagang ke dalam itu memang betul karena kita sudah siapkan lapaknya di dalam tapi mereka malah keluar. Kemudian permintaan memasukan mobil ke dalam pasar akan menjadi bahan pertimbangan dalam rapat bersama tim yang ada sehingga bisa diupayakan agar terakomodir,” kata Ignatius.

Pihaknya lanjut Lurah Rufei, berencana mengumpulkan aparat setempat bersama Satpol PP guna mencari cara menertibkan pedagang yang berada di luar Pasar Boswesen, tepatnya di samping jalan utama. Ignatius mengatakan, pada prinsipnya di samping jalan utama tidak boleh ada aktifitas lain seperti aktifitas berjualan, karena ini jalur lalu lintas. “Pedagang di sini semua sudah di data kok, tapi mereka keluar lagi dengan alasan dagangan sepi,” ujarnya. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed