oleh

Sepakat Damai, Kasus Penganiayaan Dihentikan

-Metro-77 views

WAISAI- Kepolisian Resor (Polres) Raja Ampat melalui Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim), menghentikan proses hukum terhadap OI (Otis Imbir) yang sebelumnya, dilaporkan atas kasus dugaan penganiayaan terhadap korbannya HSD (Hans Dimara) pada Oktober 2020 lalu. Penghentian kasus hukum terhadap tersangka Otis Imbir selaku terlapor menindaklanjuti mediasi sebelumnya secara adat dan keluarga bersama, korban Hans Dimara selaku pelapor sejak 18 Maret 2021 dilanjutkan mediasi diruang data, Mapolres Raja Ampat (19/03) lalu.

Terkait hal itu, Kasat Reskrim Polres Raja Ampat, AKP. Nirwan Fakaubun, S.IK. MH ketika dikonfirmasi sejumlah awak media membenarkan, pihaknya telah menghentikan kasus hukum terhadap tersangka Otis Imbir (OI) yang mana sebelumnya, proses hukum dugaan kasus pemukulan yang terjadi sesuai laporan polisi (LP) tertanggal 25 Oktober 2020 lalu. Dengan sangkaan pasal 351 ayat (1) KUHP atas korban Hans Dimara (HSD) selaku pelapor.

“Untuk kasus ini kami (Satereskrim) sudah melaksanakan tindak-lanjut. Akan tetapi berjalannya kasus tersebut terdapat adanya pertemuan antara kedua belah pihak yakni, korban (Hans Dimara) dengan tersangka (Otis Imbir),”kata Nirwan kepada sejumlah awak media.

Dijelaskan Nirwan, dari hasil pertemuan tersebut korban sudah memaafkan tersangka termasuk yang disampaikan pada saat kami melaksanakan restorative justice atau penyelesaian masalah di luar pengadilan yang merupakan program presisi dari bapak Kapolri di ruang data Mapolres.

“Dalam pertemuan tersebut korban sudah memaafkan tersangka dan keduanya kini sepakat telah mengambil jalan damai. Hal itu dibuktikan pada saat mediasi. Tak hanya itu, didalam pertemuan kami juga menegur tersangka agar tidak mengulangi perbuatannya lagi. Jadi, kasus ini kami Polres Raja Ampat bersifat objektif menangani perkara dan tidak tebang pilih baik itu pihak korban maupun pihak tersangka,”ujarnya

Kasus penganiayaan tersebut, buntut dari pengrusakan Posko Paslon Tunggal AFU-ORI yang terletak dikompleks perumahan 10 Waisai, Ibu Kota Kabupaten Raja Ampat pada Minggu (26/10) lalu. Sebelum momentum Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Raja Ampat 2020 lalu. Kemudian, dugaan kasus penganiayaan itu tersangka Otis Imbir sebelumnya juga, ditetapkan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) berdasarkan terbitan nomor: DPO/02/XI/Res 1.6/2020/Satreskrim melalui surat permintaan dari Polres Raja Ampat Nomor : B/435/XI/RES.1.6/2020/Reskrim pada 17 November 2020 lalu. (hjw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed