oleh

Semua Obyek Wisata di Raja Ampat Ditutup Sementara

-Metro-114 views

*Salah Satunya Kali Biru di Warsambin Teluk Mayalibit

WAISAI – Dampak berlangsungnya pengetatan Pembelakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tak hanya dirasakan para pelaku usaha mikro dengan adanya pembatasan pelayanan termasuk waktu aktivitasnya. Tetapi juga berdampak bagi seluruh masyarakat pengelola obyek wisata maupun pelaku wisata lainnya di wilayah Kabupaten Raja Ampat. Pasalnya, dampak PPKM membuat semua obyek-obyek wisata di wilayah Kabupaten Raja Ampat akhirnya ditutup sementara oleh pengelola dan pemiliknya.

  Seperti, salah satu obyek wisata yang sering dikunjungi saat ini oleh wisatawan mancanegara (Wisman) dan wisatawan domestik (Wisdom) termasuk wisatawan lokal di Kota Waisai maupun Sorong Raya dikenal dengan Kali Biru yang berada di wilayah Warsambin, Distrik Teluk Mayalibit yang dikabarkan juga telah ditutup untuk umum oleh pemilik hak ulayat sekaligus pengelolanya. Hal itu, diketahui dalam sebuah unggahan yang di-posting di media sosial (medsos) Group Facebook beberapa waktu lalu dengan akun “Mentansan Kali Biru Raja Ampat” yang dikelolah oleh Alfred Mentansan bersama istrinya Christin W/Mentansan.

  “PPKM, Kali Biru sementara ditutup, sehubungan dengan kebijakan PPKM

dan surat edaran bapak Bupati Raja Ampat. Maka dengan ini kami umumkan untuk

sementara tempat lokasi pariwisata Kali Biru dan sekitarnya yang berada di kawasan milik

hak ulayat marga Mentansan untuk sementara Ditutup untuk Umum. Apabila sudah buka kembali maka akan diumumkan lewat media sosial. Terimakasih. Salam hormat, Alfred Mentansan,”tulis akun Alfred Mentansan pemilik sekaligus pengelola objek wisata milik Marga Mentansan diwilayah Distrik Teluk Mayalibit.

  Terkait hal itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat, Yusdi L. Lamatenggo, kepada Radar Sorong membenarkan adanya penutupan sementara seluruh obyek-obyek wisata selama berlangsungnya PPKM di Kabupaten Raja Ampat. Hal itu dilakukan, senada menurut Yusdi bahwa, pihaknya menindaklanjuti Instruksi Mendagri, Instruksi Gubernur Papua Barat, dan Surat Edaran Bupati Raja Ampat. Dimana, untuk sementara aktivitas pariwisata ditiadakan termasuk perjalanan tour dan travel baik itu perjalanan darat, laut, dan udara ditiadakan dulu semua. “Alasan ditiadakan kenapa?  karena PPKM ini tujuannya adalah menghindari kerumunan dan aktivitas pariwisata juga bagian dari kerumunan. Jadi, selama PPKM aktivitas wisatawan dan semua obyek wisata di Raja Ampat ditiadakan sementara sampai 20 Juli 2021. Setelah tanggal 20 kita tunggu lagi evaluasinya. Intinya cuma satu untuk keselamatan bersama,”ujar Yusdi yang juga selaku Tim Gustu Covid-19 Kabupaten Raja Ampat dalam keterangan persnya kepada Radar Sorong baru-baru ini di Waisai.

  Mnurut Yusdi, semua wisatawan juga menaati aturan tersebut. Karena wisatawan dari Jakarta tidak bisa terbang juga karena masuk ke wilayah Papua barat hanya warga yang ber KTP Papua Barat. Tak hanya itu, teman-teman di semua obyek wisata juga sudah memahami, kenapa ditiadakan tujuannya ya itu menghindari kerumunan. 

  “Karena itu, kita berharap untuk sementara tidak ada kerumunan, karena kalau ada kerumunan pastinya akan terjadi potensi. Untuk itu, mudah-mudahan dengan adanya PPKM ini secepatnya memutus mata rantai penyebaran Pandemi Covid-19,”harapnya.

  Selain itu tambah Yusdi, pemberlakuan ini tak hanya bagi perjalanan wisatawan mancanegara maupun wisatawan domestik, juga bagi para pengunjung lokal. Hal ini dilakukan, agar tidak terjadi klaster baru atau timbulnya potensi adanya penularan Covid-19 jika terjadi kerumunan.”Dan penerapan ini bukan saja diberlakukan di obyek-obyek wisata tetapi di manapun tempat tidak boleh berkerumunan dulu. Apalagi tidak pakai jarak, tidak pakai masker ini yang menyebabkan adanya potensi penyebaran Covid-19 ini tetap ada,”terangnya.

  Di samping itu, penutupan semua obyek wisata dimasa PPKM ini sudah pasti berdampak langsung bagi perekonomian masyarakat terutama pengelola obyek wisata maupun pelaku-pelaku wisata lainnya di Raja Ampat. Oleh karena itu, disinggung adakah langkah-langkah pemerintah daerah (Raja Ampat) terkait pemberian kompensasi ataupun bantuan yang diberikan terhadap masyarakat termasuk juga pelaku-pelaku wisata yang terkena dampak akibat berlangsungnya PPKM. 

  Kadispar lebih jauh menanggapinya bahwa, kondisi Pandemi saat ini tidak hanya terjadi di Raja Ampat saja tetapi terjadi secara nasional maupun di seluruh dunia, dan bukan hanya sektor pariwisata, namun semua sektor adanya dampak dari PPKM ini.

  “Untuk itu, jika bicara kompensasi, saya kirakan semua pasti ada kompensasi seperti bantuan-bantuan sembako dan bantuan sosial maupun bantuan lainnya pasti ada dari pemerintah. Mudah-mudahan semua akan mendapatkan itu termasuk teman-teman pengelola obyek wisata di kampung-kampung karena mereka juga bagian dari masyarakat,”tandas Yusdi. (hjw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed