oleh

Selidiki Dugaan Penyelundupan Senpi Untuk KKB

Polisi Masih Mencari 2 Pucuk Senjata Api Selundupan dari Filipina

MANOKWARI – Polda Papua Barat terus melakukan penyelidikan dan pengejaran atas penyeludupan dan peredaran 2 senjata api asal Filipina yang masuk ke Papua Barat lewat Manado, Sulawesi Utara. Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Dr. Tornagogo Sihombing menduga ada maksud lain jual-beli senjata api di wilayah Papua, selain untuk mendapatkan keuntungan.

Tim Khusus Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Papua Barat sebelumnya telah mengungkap jual-beli 6 pucuk senjata api (pistol) asal Filipina, beserta 44 butir peluru dan 3 magazine. Tiga pelaku telah ditangkap, masing-masing RB, perempuan warga asal Sangihe Talud sebagai pemasok atau penjual serta SM dan KM sebagai pembeli senjata api. RB diduga sebagai jaringan kelompok penyeludupan senjata api. 

“Modus operasinya sementara ini jual-beli senjata api untuk dapatkan keuntungan, menjaga diri atau maskawin. Tetapi kami akan terus mendalami, mungkin ada beberapa motif senjata api masuk ke Papua,” jelasnya.

Kapolda mengatakan, penggunaan senjata api ilegal oleh pihak yang tidak terlatih sangat berbahaya, bahkan aparat keamananpun bila ingin memiliki senjata wajib memenuhi persyaratan. “Apalagi dikuasai oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab, memiliki tujuan-tujuan yang lain. Kami akan mendalami lagi,” tandasnya. 

Penyulundupan senjata api  ilegal asal Filipina menurut Kapolda, bukan sekali ini saja terjadi, tetapi telah beberapa kali digagalkan. Harga senjata api di Filipina terbilang murah, 600 peso atau Rp1,6 juta. Diperjual-belikan di Papua Rp50-65 juta/pucuk.  Kapolda meminta masyarakat tidak memakai senjata untuk acara adat-istiadat atau maskawin. Polda telah beberapa kali memusnahkan senjata api ilegal yang didapat dari masyarakat. 

KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata) menurut Tornagogo akan terus berupaya mendapatkan senjata api beserta amunisinya, tTermasuk juga dari pelaku kriminal pencurian, pejamberatan dan lainnya. Polda Papua Barat bersama Satgas Nemangkawi sedang mendalami dugaan penyeludupan senjata api untuk KKB. “Kita sudah tahu, di sini ada kelompok kriminal yang melakukan tindakan sporadis bisa melukai masyarakat maupun aparat keamanan. Tentu kelompok kriminal ini berupaya untuk mendapatkan senjata,” kata Kapolda. 

Kepada instansi terkait yang menjaga pintu masuk pelabuhan dan bandara, Kapolda mengingatkan untuk memperketat penjagaan demi mencegah penyeludupan senjata api. “Kita bisa menganalisa orang dan barang yang masuk. Polri bersama instansi lain dapat bersama-sama melakukan kegiatan pengawasan,” pungkasnya. (lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed