oleh

Selidiki Dugaan Penganiayaan Oknum Anggota TNI-AD

SORONG – Kebenaran dugaan tindak kekerasan yang dilakukan oleh dua oknum TNI-AD pada salah satu warga di Fef Kabupaten Tambrauw pada Jumat (9/4) malam lalu, dan telah dilaporkan ke Pomad, masih dalam proses penyelidikan. Komandan Korem 181/PVT, Brigjen TNI Indra Heri,SE menegaskan, bila anggota terbukti melakukan pelanggaran, akan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku.

Dikonfirmasi wartawan, Senin (12/4), Danrem 181/PVT Brigjen TNI Indra Heri mengakui beberapa waktu lalu ia telah mendapatkan laporan dari Danpos maupun Satgas di tempat kejadian terkait adanya dugaan oknum anggota TNI AD yang merupakan Satgas di tempat tersebut melakukan penganiayaan terhadap salah satu masyarakat di daerah tugasnya. “Namun demikian kami akan melakukan pengecekan pendalaman, apabila memang betul anggota kita yang melakukan pelanggaran maka anggota kita akan diproses sesuai dengan proses yang ada,” kata Danrem kepada wartawan, kemarin.

Danrem mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman oleh anggota Korem 181/PVT baik dari unsur intelejen maupun unsur lainnya. Terkait hasil pendalaman, Danrem mengatakan secepatnya akan disampaikan ke publik. “Karena masih proses, Danyon juga sedang melaksanakan pendalaman kemudian dari intelligen pun melaksanakan pengecekan terhadap saksi-saksi yang mungkin ada dan melihat kejadian tersebut. Tentunya dari hasil pendalaman itu, nanti secepat mungkin akan disampaikan ke publik sehingga kejadian ini tidak menjadi permasalahan yang berkelanjutan,” tegasnya.

Sebelumnya, korban berinisial MY didampingi Kuasa hukumnya, Yosep Titirlobi,SH pada Sabtu (10/4) mendatangi Pomad XVIII/1 Sorong untuk membuat laporan terkait dugaan tindak kekerasan  pemukulan dan penyeretan yang dialmi kliennya. Hingga kini, pelaporan tersebut sedang di proses oleh Pomad XVIII/1 Sorong. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed