oleh

Selamatkan Kali Remu dari Bangkai Kapal !

-Metro-129 views

SORONG-Sehubungan dengan kondisi sungai Remu yang memprihatinkan baik dari sisi banyaknya sampah, kesadaran masyarakat terhadap kebersihan yang rendah, serta terdapatnya bangkai bangkai kapal yang sudah tidak terpakai, didiamkan karam serta menghambat lancarnya aliran air yang berpotensi pada meluapnya air dan bencana banjir di musim penghujan. Sehingga pemerintah diminta untuk selamatkan Kali Remu.

“Melihat beberapa kondisi di atas maka kami mahasiswa KKN Terpadu IAIN Sorong posko 9 angkatan 1 berkolaborasi dengan Yayasan Sorong Peduli Lingkungan gelar diskusi panel bersama Pemerintah Kota Sorong dan DPR Kota Sorong,” kata Koordinator Kegaiatan Diskusi Panel, Hafid kepada Radar Sorong, Kamis (7/1).

Lanjutnya bahwa, tujuan diskusinya sebagai upaya membantu keluhan masyarakat setempat. “Masyarakat ingin sekali memindahkan bangkai-bangkai kapal ini. Karena bangkai kapal ini salah satu penyebab banjir dan kami telah survei ada 1 unit lebih atau 10 bangkai kapal. Kami berharap bangkai kapal tersebut agar dipindahkan,” jelasnya.

Ketua Fraksi Amanat Kesejahteraan Bangsa DPRD Kota Sorong, Syafruddin Sabonnama, mengatakan persoalan  sungai Remu  sudah puluhan tahun. Tetapi persoalan bangkai-bangkai kapal baru hari ini dibahas. Artinya semua orang harus punya tanggung jawab untuk Kota Sorong. Jangan datang cari makan kemudian hanya buang kotoran di sungai ini. “Persoalan ini tidak boleh hanya sampai diskusi. Tetapi harus di follow up dengan tindakan konkrit,” tegasnya .

Lanjutnya, Sungai Remu ini masuk pada tanggung jawab Balai Wilayah Sungai Papua Barat, sehingga tahun ini ada anggaran sekitar Rp 120 miliar akan dipakai untuk melakukan revitalisasi dan relokasi di bantaran sungai Remu. Terima kasih kami atas perhatian Kementerian PUPR melalui Balai Sungai Wilayah Papua Barat sehingga mimpi puluhan tahun Sungai Remu menjadi indah bakal terwujud.

Kepala Dinas PPLH Kota Sorong, Julian Kelly Kambu mengatakan bahwa kapal-kapal tidak boleh ada di sepanjang bantaran sungai Remu.

“Ekonomi, ekologi dan sosial harus bertumbuh bersama-sama. Itu 3 konsep pembangunan berimbang. Karena kadang kita menunggu bencana baru kita sadar, perilaku warga Kota Sorong harus kita ubah lebih baik lagi dengan kita jaga kota ini dengan baik. Jadi lingkungan bisa mengubah manusia atau manusia bisa mengubah lingkungan tergantung perilaku, kita jaga alam maka alam jaga kita,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Rektor IAIN Dr Hamzah,M.Ag mengharapkan, Yayasan Sorong Peduli Lingkungan untuk segera tindaklanjuti gambaran proyeksi Taman Kota. “Segera dibuat gambar penataan kawasan Taman Kota kemudian disayembarakan. Nanti yang terbaik baru dipilih. Saya harap 3 bulan sudah selesai kemudian harus ada dukungan Perda,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kota Sorong, Wilhelmus Asmuruf mengajak para neyalan atau pemilik kapal untuk melakukan koordinasi jika siap maka akan dipindahkan. Dengan demikian pemerintah dapat memberikan solusi.

“Mereka koordinasi supaya kita berikan jawaban. Dengan demikian kami sampaikan solusi. Mungkin di pelabuhan rakyat supaya mereka tidak menggangu kali Remu,”pungkasnya.(zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed