oleh

Selamatkan Kali Remu, Bangkai Kapal harus Dibersihkan

-Metro-39 views

SORONG-Ketua LSM Yayasan Sorong Peduli Lingkungan, Eko Rianto mengatakan Keberadaan Kali Remu perlu untuk segera dilakukan penataan khususnya dari bangkai-bangkai kapal yang karam sekaligus perlu adanya lokasi tambatan kapal/perahu yang disiapkan oleh Pemerintah Kota Sorong. 

Eko mengatakan bahwa kegiatan diskusi panel yaitu dalam rangka membahas selamatkan Kali Remu dari bangkai-bangkai kapal yang karam, dan sebagai langkah tindak lanjut telah melakukan rapat koordinasi dengan berbagai kalangan guna memunculkan beberapa konsep point rekomendasi yang nantinya akan diteruskan kepada Pemerintah Kota Sorong dan DPRD Kota Sorong yang akan diperjuangkan dalam rapat pleno dewan dan dibawa pada Musrembang di bulan Maret mendatang. 

“Berkaitan dengan perihal tersebut, draf konsep point–point rekomendasi yang telah disusun perlu untuk dimatangkan dan mendapat masukan saran dari berbagai pihak,” katanya.

Lanjutnya, hasil rumusan poin-poin rekomendasi sementara yaitu diantaranya Keberadaan bangkai kapal yang ada dan karam di kali Remu agar sesegera mungkin dipindahkan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) atau dimusnahkan, dan untuk kapal kapal nelayan tangkap ikan yang berlabuh di kali Remu.

“Perlu pemerintah Kota Sorong dalam hal ini bapak Wali Kota Sorong segera memprogramkan pembuatan tempat tambatan perahu dalam program anggaran tahun ini, yang resmi dan layak lingkungan yang di dalamnya disertai kajian lingkungan,” ujarnya.

Poin berikut katanya bahwa, Pemerintah Kota Sorong telah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua Barat untuk di tahun 2021 mengusulkan program revitalisasi sungai dengan usulan anggaran Rp 121 miliar. Tentunya Anggaran yang dialokasikan untuk revitalisasi kali remu ini nantinya perlu direalisasikan, dikelola secara efektif, efisien dan bisa dipertanggungjawabkan.

“DPRD Kota Sorong di tahun 2021 ini segera memprioritaskan pembahasan dan pengesahan Raperda tentang pembuatan tambatan kapal, yang hari ini sangat dibutuhkan guna penataan kali Remu yang diharapkan oleh masyarakat nelayan kususnya dan masyarakat kota Sorong pada umumnya dikarenakan telah ada retribusi yang disetorkan oleh nelayan dari aktivitas labuh tambat dan bongkar muat melalui pajak daerah,” jelasnya.

Menurutnya, masyarakat bantaran kali remu sangat mengharapkan adanya penempatan fasilitas kontainer sampah dari Pemerintah Kota Sorong, sehingga warga bantaran kali punya sarana tempat pembuangan sampah yang jelas, dan kali tidak sebagai sasaran tempat membuang sampah. 

“Ini merupakan rapat ketiga, mengapa kami tidak jenuh. Karena masyarakat menitip 1 pesan kalau cuma bicara-bicara saja tanpa realisasi mending stop bicara-bicara. Sehingga poin rekomendasi berhasil diselesaikan. Salah satunya pengangkutan bangkai kapal.  Kami mewakili masyarakat berharap kapal ini diangkut. Kalau kendalanya dari sisi dana, Rp121 miliar dari Provinsi melalui Balai Wilayah Sungai tidak bisa diakomodir. Kami sarankan DPR segera menganggarkan biaya untuk pengangkutan bangkai kapal dan realisasikan. Kalau boleh segera,” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, Komisi III Anggota DPR Kota Sorong, Demanto Silalahi mengapresiasi LSM Yayasan Sorong untuk kegiatan membersihkan Sungai Kali Remu dari sampah-sampah bangkai kapal. “Terkait ganti rugi, dari pihak kapal tidak ada ganti rugi. Kebetulan ada program dari Balai Wilayah Sungai untuk penormalan kali. Kita mewakili rakyat sangat setuju untuk membersihkan Sungai Remu. Jadi bangkai-bangkai kapal akan diangkut untuk dibuang,” pungkasnya.(zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed