oleh

Selamat Datang Bulan Kemuliaan

Oleh : Agung Sibela, S.Ag.*

Sebagian dari kemuliaan Bulan Ramadhan ini yaitu bahwa dalam Syahrul Mubarak ini ada dalam  riwayat disebutkan: Shuhuf (kitab) Nabi Ibrahim A.S, diturunkan pada malam pertama Bulan Ramadhan, Kitab Taurat diturunkan pada malam keenam bulan Ramadhan setelah tujuh ratus tahun shuhuf Nabi Ibrahim A.S, diturunkan. Kitab Zabur diturunkan pada malam kedua belas Ramadhan setelah lima ratus tahun diturunkannya Kitab Taurat. 

Kitab Injil diturunkan pada malam delapan belas bulan Ramadhan setelah Kitab Zabur seribu seratus tahun, dan Al-Qur’an pada malam kedua puluh tujuh bulan Ramadhan, itulah kemudian Nabi Muhammad SAW memberikan sebuah gambaran besar bagi kita dengan sabdanya; ”Jika saja umatku tahu apa yang ada pada bulan suci ramadhan (dari kemuliaan dan keutamaan-keutamaanya) maka mereka akan selalu berharap seluruh tahun adalah bulan ramadhan”.

Meskipun Ramadhan tahun ini merupakan Ramadhan yang kedua kalinya ummat islam masih berada dalam suasan pendemi Covi- 19, akan tetapi dengan kemuliaan Syahrul Ramadhan serta nilai-nilai keistimewaannya akan memberikan nuansa yang sama bagi pelaku ibadah puasa, karena bagi orang beriman semakin kencang ujiannya akan semakin membangkitkan semangatnya dalam beribadah kepada Khaliqnya.

Allah SWT berkata kepada Nabi Musa A.S, : “Sesung­guh­nya  telah Aku berikan kepada Umat Muhammad SAW dua cahaya sehingga mereka tidak dicelakai dua kegelapan”, maka berkata Nabi Musa : “Dua cahaya apakah itu ya Allah”?, Allah SWT menjawab : “Cahaya Ramadhan dan cahaya Al-qur’an”, lalu bertanya Nabi Musa : ””Dan apakah dua kegelapan itu ya Allah”?, Allah SWT menjawab : “Kegelapan kubur dan kegelapan hari kiamat (Durratul waa’idhiin)”.

Dalam Hadits Rasulullah SAW yang masyhur kita sering mendengar  “Barang siapa yang gembira dengan datangnya bulan Ramadhan, Allah SWT mengharamkan jasadnya dari api neraka”. Ini adalah sebuah i’lan awal bagi kita bahwa bulan yang akan kita lalui sekarang  bukanlah sembarang bulan, bulan dengan berjuta kemuliaan, asa dan garansi dari Sang Khaliq  bagi siapapun hamba-NYA yang mampu mempergunakan kesempatan akbar tersebut.

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Diberikan umatku lima keistimewaan yang belum pernah diberikan kepada siapapun juga. Yang pertama, pada malam pertama bulan Ramadhan Allah SWT memberikan penglihatan-NYA kepada mereka dan barang siapa yang mendapat penglihatan-NYA tidak akan pernah mendapatkan azab. Kedua, Allah SWT memerintahkan para malaikatnya beristighfar untuk mereka. Ketiga, Aroma mulut orang yang berpuasa bagi Allah SWT lebih harum daripad  misik. Keempat, Berkata Allah SWT kepada surga ”Berhiaslah dengan segala perhiasanmu,    beruntunglah hamba- hambaku yang beriman, merekalah wali-waliku”. Kelima, Barangsiapa yang memberikan penerangan di masjid dari pada masjid-masjidnya Allah SWT, maka baginya cahaya di dalam kuburnya dan dituliskan baginya pahala orang yang sholat di masjid itu,  malaikat berdoa untuknya, memohon ampun untuknya malaikat penopang Arsy selama penerangan itu berada dimasjid (Dzakhiiratul ‘aabidiin).

Diriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW bersabda : “Pada hari kiamat nanti ada satu kaum yang mempunyai sayap seperti sayap burung berterbangan melewati pagar-pagar surga, maka berkata kepada mereka malaikat penjaga surga: ”Siapakah kalian”?,  mereka menjawab : ”kami adalah umatnya Muhammad SAW”, malaikat bertanya : ”Apakah kamu melewati hisab?” (perhitungan amal baik dan buruk)”, mereka menjawab: ”tidak”, malaikat bertanya : ”apakah kamu melewati jembatan yang melewati neraka jahanam?”   (asshiraat), mereka menjawab : ”tidak”, malaikat pun bertanya kembali : ”lalu bagaimana kalian bisa mendapatkan derajat seperti ini tidak melalui proses hisab dan melewati asshiraat?” mereka menjawab : ”kami beribadah kepada Allah SWT secara rahasia (berpuasa) dan Allah SWT memuliakan kami masuk kedalam surgapun dengan rahasia tidak melewati proses hisab dan melewati asshiraat”.(zubdatul wa’idhiin).

Sebegitu dahsyatnya Ramadhan mulia ini, tetapi bagi  orang beriman ketika beramal sama sekali yang dia harapkan hanyalah Ridho dari Allah SWT, lalu kenapa begitu banyak stimulus dan rangsangan  dalam beramal, hal ini semata-mata adalah untuk memberikan gambaran bahwa betapa besar karunia dan kerahiman Allah kepada manusia sebagai hambaNYA` bahwa untuk mengapai kemuliaan hidup di akhirat adalah dengan ikhtiar Amal yang mungkin sedikit akan tetapi bernilai besar disisiNYA maka, jangan pernah sia-siakan kesempatan dan peluang untuk beramal`

Puasa Ramadhan yang saat ini dilaksanakan adalah bagian dari jalan menuju kemuliaan hidup, hanya orang pembangkang sajalah yang akan hadir dengan sejuta alasan agar bisa meninggalkan perintah Sang Khaliq.  Pada akhirnya semua jiwa akan mempertanggungjawabkan setiap akan langkah-langkah yang telah ditapaki. Kedahsyatan Ramadhan ini memang hanya akan dirasakan kenikmatanya oleh pemburuh kemuliaan

Kehidupan yang dilalui ini sebagai difahami adalah nisbi, sementara dan fatamorgana, sementara kehidupan akhirat adalah pasti dan kekal, untuk rebut dunia butuh modal maka, mungkinkah akhirat tanpa modal, begitu Maha Besarnya Allah sehingga jalan mengapai akhirat itu dimudahkan bagi hamba- hambaNYA. Sekarang jawabannya kembali kepada semua pelaku kehidupan ini jalan manakah yang akan dia pilih, seluruhnya telah jelas dan transparan bahkan detailnyapun diuraikan oleh Allah dan Rasulullah SAW. Disini fungsi akal adalh sangat sentral dan penting dalam mencerna semua ­titahNYA.`

Ketika semangat dan ruh Islam terpatri dalam diri kita maka, kehadiran Ramadhan pasti akan disambut dengan suka cita  melebih dari segala-galanya ,maka do’a kita adalah smoga  Ramadhan  ini semakin bermakna dengan ucapan “ Marhaban Yaa Ramadhan “ selamat Datang Duhai Bulan Penuh Kemuliaan….Wallahu’­alam bissawab. (***)

(*)Penulis adalah Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kota Sorong

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed