oleh

Selama Pandemi, Pengrajin Ukir Turun Omset

-Ekonomi-87 views

SORONG – Semenjak pandemi melanda, omset dari pengrajin busur panah mengalami penurunan.
Kondisi membuat para pengrajin terpaksa mengurangi produki yang merupakan oleh-oleh khas dari Papua itu. mengalami penurunan omset para pengrajin terpaksa mengurangi produksi per harinya.
Aktivitas pengrajin seni ukir di Sorong setiap harinya hanya memproduksi satu paket busur panah yang biasanya menjadi oleh-oleh wisatawan dari Papua pengurangan ini dilakukan mengingat pengrajin sendiri tidak mendapatkan keuntungan karena kurang pembeli.

”Sebelum pandemi pemesanan oleh-oleh khas Papua ini bisa mencapai 30 hingga 50 paket dalam sebulan.
Namun setelah pembatasan wisatawan karena pandemi pendapatan pengrajin menurun drastis,” kata salah satu pengrajin ukir, Sepianus Saa.

”Semenjak pemerintah melakukan pembatasan wisatawan ke Sorong. Tidak ada pembeli.
Jadi nilai jual kita berkurang. Sudah ada online dan offline untuk promosi tetapi kita belum ada yang online.
Untuk situs menjual produk-produk kita,” sambungnya.
Harga per paket busur panah ini tergantung dari ukuran, biasanya ukuran kecil dihargai Rp 150.000 sedangkan ukuran besar dijual dengan harga Rp 200.000 hingga Rp 300.000 per paketnya.
Para pengrajin berharap bantuan pemerintah untuk mendukung usaha mereka demi mempertahankan ciri khas daerah dengan menyediakan tempat bagi pengrajin untuk menjual hasil produksi mereka.
”Kami berharap pemerintah bisa mendukung usaha kita,” pungkasnya.(zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed