oleh

Selain di Iwaka, Aktifitas Gol C di Kota Ilegal

“Yang di Iwaka saja punya izin, yang di kota itu tidak punya dan itu tidak sesuai dengan peruntukan ruang,” ujar Devota”

TIMIKA- Usaha pertambangan khususnya Galian C (Gol C) yang sudah memiliki dokumen izin lingkungan di Kabupaten Mimika ada dua, yakni di wilayah Distrik Iwaka. 

Dokumen Lingkungan ini baru keluar pada awal tahun 2018. Dalam prosesnya, ada tambahan satu lagi pengusaha Gol C yakni PT Negeler Puncak yang sedang dalam tahap kepemilikan dokumen lingkungan. 

Mengingat masih adanya beberapa pengusaha yang melakukan aktifitas pertambangan khususnya Gol C di wilayah dalam Kota Timika, ternyata tidak mengantongi dokumen lingkungan alias ilegal. 

“Yang di Iwaka saja punya izin, yang di kota itu tidak punya dan itu tidak sesuai dengan peruntukan ruang,” ujar Kabid Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pada Dinas Lingkungan Hidup, Devota Leisubun ketika dijumpai Radar Timika, Rabu (23/1) di Hotel Serayu. 

Tidak memiliki dokumen lingkunan hidup ini, berarti aktifitas Gol C di dalam Kota Timika sebut Devota, ilegal semua. Walaupun pemerintah sendiri belum memastikan jumlah usaha Gol C yang ilegal, namun DLH memastikan ada lebih dari dua kelompok usaha yang belum mengantongi izin. 

Usaha untuk mendapatkan dokumen lingkungan hidup ini kata Devota, sudah pernah dilakukan oleh para pelaku usaha kepada pihaknya. Namun, DLH melihat dokumen yang mereka bawa adalah ilegal karena prosesnya tidak sesuai aturan. Ruang yang digunakan untuk aktifitas Gol C, juga tidak sesuai dengan peruntukan ruang yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. 

“Gol C kan hanya ada di Iwaka, bukan dalam kota, jadi kita tolak itu. Kita sampaikan bahwa bapak tidak perlu lagi melanjutkan kegiatan di situ, karena itu bukan ruang untuk galian C, dampaknya kan merusak lingkungan” jelasnya.

Jika melihat masih adanya usaha Gol C yang tetap dijalankan namun tidak mengantongi izin, tambah Devota, masalah penegakan aturan atau pemberian sanksi ini, bukan hanya ranah dari DLH tapi melalui pembicaraan beberapa pihak terkait. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed