oleh

Sekwan Tak Berani Surati Mantan Ketua DPR PB

-Manokwari-538 views

MANOKWARI-Sekretaris DPR (Sekwan) Papua Barat,Matius Asmuruf SE mendapat ujian berat dalam penertiban aset daerah, terutama kendaraan dinas dan rumah dinas. Dia mengaku tak berani menyurati mantan Ketua DPR PB untuk mengembalikan kendaraan dinas ke pemerintah.

Sekwan kepada Radar Sorong mengatakan, ada mantan pimpinan DPR PB yang mendapat jatah 2 kendaraan roda empat (mobil) bahkan lebih. Tak hanya mantan pimpinan tetapi juga anggota. “Masih banyak  yang belum serahkan, baik anggota dewan lama belum kembalikan,” tandasnya ditemui di kantor gubernur.

Dia menyebut ketua, wakil ketua DPR Papua Barat periode pertama 2004-2009, 2009-2014 belum mengembalikan kendaraan dinas. “Ketua DPR  Papua Barat yang pertama belum kembalikan kendaraan dinas sampai hari ini. Terus, periode pimpinan periode kedua  juga belum kembalikan. Ada juga anggota lama belum kembalikan,” jelas Asmuruf sambil menyebut jumlah kendaraan yang belum dikembalikan mantan pimpinan.

Sekwan mengatakan, pada periode pertama ada pengadaan mobil dinas untuk komisi dan fraksi. Namun ketika masa jabatannya berakhir, kendaraan dinas tersebut tak dikembalikan. “Komisi dan fraksi tidak kembalikan, mereka bawa,” ujarnya.

Mantan pimpinan DPR PB ataupun mantan anggota belum dikirimi surat pemberitahuan pengembalian kendaraan dinas. Sekwan menyatakan, dirinya tak berani meminta pengembalian kendaraan dari mantan pimpinan DPR PB. Dia hanya berharap, para mantan pimpinan dan anggota dewan ini atas kesadaran sendiri mau mengembalikan kendaraan dinas yang merupakan aset daerah. “Mantan ketua-ketua itu saya tidak berani (kirim surat) hanya anjuran saja,” katanya.

Selain mantan pimpinan periode sebelumnya, penertiban kendaraan  juga berlaku bagi pimpinan periode sekarang, hanya diperbolehkan membawa satu kendaraan dinas. Termasuk pula para pejabat di lingkungan secretariat DPR PB. ASN yang tak berhak mendapatkan jatah kendaraan dinas diminta segera kembalikan.

Sekwan mengatakan, sudah ada beberapa kendaraan dinas yang dikembalikan dan saat ini diparkir di halaman gedung DPR PB. “Ada ada yang kembalikan, memang masih ada yang di luar,” ujarnya.

Sedangkan untuk rumah dinas, hingga saat ini baru 15 unit yang diserahkan kembali dari 45 unit. Sekwan masih  terus berupaya secara kekeluargaan supaya rumah dinas ini dikembalikan ke pemerintah daerah.

“Masih ada yang bertahan. Ada  juga rumah dinas ditempati warga yang merupakan keluarga anggota dewan. Kita sudah layangkan surat dua kali agar kosongkan rumah,” pungkasnya.(lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed